Jejak Sarjana Mendidik from Serang to Kupang (Episode 2) - PPG SM-3T UNP
News Update:
Home » » Jejak Sarjana Mendidik from Serang to Kupang (Episode 2)

Jejak Sarjana Mendidik from Serang to Kupang (Episode 2)

Written By Irfan Dani on Tuesday, March 12, 2013 | 1:34 PM

ilustrasi



Berani Terima Tantangan!

Semua berawal dari keberanian untuk mengikuti program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Sore itu, pukul 14.00 WIB pada hari Selasa tanggal 8 November 2011, di sebuah tempat bimbingan belajar Bimasakti Education Care, banyak pengajar yang merupakan mahasiswa tingkat akhir yang sibuk dengan aktivitasnya, ada yang berbincang dan ada yang mengajar seperti yang saat ini saya lakukan. Tak lama berselang sekitar pukul 14.30 WIB suara handphone saya terdengar. Ku coba untuk tetap fokus mengajar, saat jeda mengajar barulah saya ambil dan membukahandphone. Ternyata nomor yang masuk adalah nomor baru yang belum pernah saya lihat maka rasa penasaran pun muncul. Setelah dibuka, isi SMS tersebut adalah “Jurusan Pendidikan Kimia UPI mendorong semua alumni program studi pendidikan kimia untuk mengikuti program sarjana mendidik di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (SM-3T). Info lengkap lihat di www.upi.edu. yang berminat harap menjawab SMS ini dengan menuliskan nama dan pada Jum’at 11 November 2011 pukul 15.00 wib diharapkan hadir di auditorium FPMIPA. Ini kesempatan emas untuk dapat mengikuti program PPG dengan beasiswa. Jika ini tidak diambil, kuota PPG akan sangat terbatas dengan biaya yang sangat mahal setara S-2. Ketua jurusan pendidikan kimia UPI”. PPG adalah kepanjangan dari Pendidikan Profesi Guru, yang merupakan salah satu program wajib bagi calon guru profesional yang akan mengajar di sekolah.
Sesaat setelah membaca isi SMS tersebut terbayang dalam benak pikiranku bahwa ini merupakan tawaran yang dapat menggali potensi, mengembangkan life-skill, meningkatkan kedewasaan, mengubah pola pikir, menambah wawasan dan pengalaman hidup yang akan memberi banyak warna yang indah dalam setiap derap langkah hidup saya. Hal yang menarik selain itu adalah semua peserta yang mengikuti program SM-3T (Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal) dapat mengikuti kuliah Pendidikan Profesi Guru (PPG) tanpa dipungut biaya karena mendapatkan beasiswa dari DIKTI.
Sejenak terngiang dalam bayangan wilayah 3T, lalu saya bertanya dalam hati apakah saya sanggup?. Hal ini karena saat mengikuti program SM-3T, semua peserta diwajibkan mengajar di luar pulau Jawa selama satu tahun dan tidak boleh menikah selama mengikuti program ini. Saya coba untuk berpikir dan membayangkan kembali ke masa depan. “Kesuksesan tidak bias dicapai dengan cara instan”, terbesitlah hal tersebut dalam pikiranku.
Akupun mendaftarkan diri sebagai calon guru SM-3T di Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. UPI Bandung mempersilahkan calon guru SM-3T untuk memilih mata pelajaran yang ditetapkan oleh penyelenggara program SM-3T. Akupun daftar bersama dua teman satu angkatan yaitu Suharyadi dan Deni Muhamad Ikbal. Pada saat itu, program tersebut dibuka seusai kami sidang skripsi dan dinyatakan lulus pada hari Kamis tanggal 27 Oktober 2011 sehingga bisa mengikuti seleksi. Selain kami bertiga, ada beberapa teman dari jurusan yang sama, tapi mereka adalah kakak tingkatku.
Pada hari Senin tanggal 14 November 2011, saya dan beberapa teman dari Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA) ikut mendaftarkan diri pada program SM-3T di kantor BAAK UPI pukul 14.00 wib hingga pukul 16.00 wib. Setelah selesai mengisi beberapa formulir dan melengkapi persyaratan, keesokan harinya, Selasa tanggal 15 November 2011, langsung mengikuti tes potensi akademik dan kemampuan program studi. Sesi terakhir agar bisa lolos mengikuti program ini adalah wawancara. Wawancara dilakukan pada tanggal 16 November 2011 di ruangan auditorium FPMIPA UPI pukul 14.00 wib. Semua peserta diwawancarai oleh Prof. Dr. Asep Kadarohman, M.Si, yang merupakan Dekan FPMIPA UPI. Banyak hal menarik saat wawancara terutama dari pengalaman-pengalaman hidup beliau semasa muda yang dapat dijadikan pelajaran bagi kami. Beberapa pertanyaan sengaja dibuat untuk menggoncang psikologi calon pengajar dengan menceritakan keadaan yang sangat ekstrem. Beberapa pertanyaan yang dilontarkan diantaranya, “jika sekolah tempat anda mengajar berada jauh dari pusat keramaian dan jarak antara sekolah hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki dua jam, apa yang akan anda lakukan, tetap tinggal di pusat keramaian atau tinggal didekat sekolah? Mengapa?”. Setelah wawancara selesai, Bapak Asep menceritakan beberapa pengalamannya di daerah pedalaman dibeberapa wilayah Indonesia. Setelah bercerita serta memberikan penilaian bagi kami, kegiatan wawancara ditutup dan peserta dipersilahkan meninggalkan auditorium.
Pada tanggal 22 November 2011, pengumuman resmi hasil seleksi calon pengajar program SM-3T diumumkan di situs resmi Universitas Pendidikan Indonesia. Berdasarkan hasil seleksi, diumumkan ada 71 calon pengajar yang lulus seleksi, salah satunya adalah saya. Saya berada pada nomor urut 21 dengan nomor seleksi 411-34-80111. Saya bersyukur bisa mengikuti program ini. Kini saya percaya bahwa apa yang saya raih hari ini adalah mimpi-mimpi dimasa lalu yang mampu memberikan kekuatan dari lingkungan sekitar melalui konsep mestakung (semesta mendukung) sehingga alam ini mengikuti apa yang ada dalam pikiran positif kita.
Setelah itu, sekitar pukul 9.00 wib kumpul di parter untuk pembuatan atm BNI. Semua peserta dipandu untuk mengisi formulir dari Bank BNI, memfotokopi KTM, KTP dan tanda tangan di atas materai pada formulir yang telah diisi. Seusai solat dzuhur, saya dan suharyadi menyerahkan kelengkapan persyaratan pembuatan rekening tabungan ke Bank BNI cabang setiabudhi UPI.
Setelah dinyatakan lulus seleksi tetap saja rasa waswas masih menghantui, apalagi medan yang akan dihadapi belum ada gambaran sama sekali. Teringat sebuah tulisan yang berjudul “menjadi guru itu mulai dari hati, jika ingin memilih profesi sebagai seorang guru, tetapkanlah hati terlebih dulu sebelum melangkah”, tulisan tersebut yang membuat saya tetap teguh. Tulisan itu menjadi motivasi awal saat hati ANDI LAU (antara dilema dan galau). Selain itu, Slamet Raharjo dalam tulisannya di media online mengatakan “Tidak banyak orang yang ingin menjadi guru. Terkadang ada yang memilih bekerja sebagai guru karena tidak diterima atau tidak mendapat pekerjaan di bidang lain. Padahal, menjadi guru adalah panggilan jiwa untuk mengabdi”. Lebih tegas lagi “Menjadi guru itu mulai dari hati”. Kini saya berpikir, “kalau bukan saya, siapa lagi yang akan menggantikan sosok guru-guru masa depan yang bersedia mengabdi untuk anak-anak bangsa”. Kita bisa ingat kisah ketika Perang Dunia II, saat kota Hiroshima dan Nagasaki dijatuhi bom. Kaisar Jepang tidak bertanya berapa jenderal yang tersisa, tapi bertanya berapa guru yang masih ada dan dikumpulkan. Itu menunjukkan betapa pentingnya seorang guru. Hal-hal inilah yang membulatkan tekat untuk melanjutkan tahap selanjutnya yaitu mengikuti kegiatan workshop pra-kondisi akademik dan non-akademik program SM-3T.
Semua calon pengajar yang lulus seleksi diundang untuk mengikuti kegiatan workshop pra-kondisi akademik dan non-akademik program SM-3T. Kegiatan pra-kondisi peserta SM-3T UPI dilaksanakan pada tanggal 4-16 Desember 2011 bertempat di Hotel Gerlong Asri di Jalan Gegerkalong Hilir no.126 Bandung selama seminggu. Semua peserta yang mengikuti pembekalan program SM-3T harus membawa perlengkapan berupa baju dan sepatu olah raga, jas hujan, ponco, obat-obatan pribadi, pakaian selama kegiatan, alat sholat, ransel/tas punggung, toples minuman, jaket, dan perlengkapan mandi.



sumber

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


New Creation Live Radio
by. Infokom PPG SM-3T UNP



Radio Streaming PPG SM-3T UNP




 
Redaksi : Tentang Kami | Iklan | Ketentuan | Address: Kampus II UNP, Lubuk Buaya, Padang | 25173 | Sumatera Barat | Phone: 085263220740 | Email: mail@sm3t-unp.org