Tiga Guru SM-3T Hamil: Seorang Karena Terpaut Cinta Penjaga Sekolah - PPG SM-3T UNP
News Update:
Home » » Tiga Guru SM-3T Hamil: Seorang Karena Terpaut Cinta Penjaga Sekolah

Tiga Guru SM-3T Hamil: Seorang Karena Terpaut Cinta Penjaga Sekolah

Written By Irfan Dani on Tuesday, May 29, 2012 | 8:38 AM

Waingapu.Com - Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) terus melakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah. Salah satunya dengan meluncurkan Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T). Namun apa hendak dikata, program ini dalam aplikasinya di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Diantaranya sejumlah sarjana yang mengikuti program ini harus mundur sebelum masa kontrak berakhir karena berbagai alasan, diantaranya karena ‘hamil duluan’.
Kasus peserta program SM-3T hamil diluar nikah itu beberapa pekan terkahir menjadi bahan perbincangan di Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT. Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Din-PPO) setempat, membenarkan bahwa tiga orang  telah dipulangkan ke daerah asalnya karena diketahui hamil.
“Ketentuan dan persyaratan mereka ketika melamar untuk mengikuti program SM-3T ini adalah tidak boleh menikah atau kawin selama mengikuti program ini. Ini bukan aturan yang kami buat sendiri namun merupakan aturan pusat. Juga dalam melaksanakan tugasnya harus bisa memberi suri teladan yang baik bagi masyarakat di wilayah dia mengabdi pada umumnya dan para peserta didik di tempat ia mengajar. Ada yang kemudian diduga sebelum kesini sebenarnya telah hamil namun seiring berjalannya waktu baru diketahui hamil, namun ada pula yang hamil karena menjalin cinta dengan penjaga sekolah lalu hamil,” tandas Obed Hilungara, Kepala Dinas (Kadis) PPO Sumtim kala ditemui usai menggelar rapat koordinasi dengan para koordinator SM-3T di aula Din-PPO Jumat (25/05) siang kemarin.
Lebih jauh dijelaskan Obed,  ketiganya diketahui hamil sekitar pertengahan bulan Mei tahun 2012 ini. “Total ada tiga orang yang kemudian diketahui hamil. Dua diantarnya kemungkinan besar hamil karena menjalin cinta dengan sesama rekan SM-3T, dan seorangnya lagi hamil karena menjalin asmara dengan oknum penjaga sekolah,” jelas Obed.
Konsekwensi dari kejadian itu, ketiganya dibebankan kewajiban untuk mengembalikan kerugian Negara, berupa gaji mereka selama bertugas dan biaya  lainnya yang telah dikeluarkan oleh Negara selama mengikuti program dari awal hingga kemudian diketahui hamil.
Dalam rapat koordinasi yang digelar sebelumnya, jajaran Din-PPO setempat meminta para peserta Program SM-3T yang bertugas di Sumtim untuk menghindari perilaku-perilaku buruk yang biasa dilakukan di daerahnya dan sulit diterima oleh kultur dan kebiasaan masyarakat tempatnya bertugas.
“Kalau ditempat anda biasa pulang kuliah, tiba di kos atau di rumah biasa pakai pakaian simple dan minim, ya tolong di sini perilaku itu sedapat mungkin dihindari. Karena bisa saja memancing hal-hal negatif terjadi. Apalagi tempat anda bertugas masih sangat terbatas kualitas SDM masyarakatnya. Saya sudah sering mendapat laporan dan rumor tentang hal itu,” tandas Obed.
Kabupaten Sumtim mendapat alokasi 338 orang peserta program SM-3T yakni berasal dari Universitas Negeri Manado (Unima), 37 orang, Universitas Negeri Makassar (UNM)  60 orang, dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), 241 orang. (ion)

Sumber:  http://www.waingapu.com
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


New Creation Live Radio
by. Infokom PPG SM-3T UNP



Radio Streaming PPG SM-3T UNP




 
Redaksi : Tentang Kami | Iklan | Ketentuan | Address: Kampus II UNP, Lubuk Buaya, Padang | 25173 | Sumatera Barat | Phone: 085263220740 | Email: mail@sm3t-unp.org