KEPRI MINTA DIPRIORITASKAN SM-3T - PPG SM-3T UNP
News Update:
Home » » KEPRI MINTA DIPRIORITASKAN SM-3T

KEPRI MINTA DIPRIORITASKAN SM-3T

Written By Irfan Dani on Sunday, February 17, 2013 | 1:15 PM


Joomla Template Club
Joomla Template Club
Joomla Template Club

KEKURANGAN GURU
BINTAN, HALUAN— Herlini Amran, anggota Komisi X DPR RI, dari Dapil Kepri meminta Kemendikbud menjadikan Kepulauan Riau menjadi daerah prioritas program penyediaan guru pada Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T).
“Kita meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemen­dikbud) mem­prioritaskan Kepri sebagai daerah prioritas pada Program Sarjana Mendidik di daerah 3T,” kata Herlini melalui press rilis kepada Haluan Kepri, Selasa (12/2).
Masyarakat di Kepri kata Herlini, melaporkan masih kekurangan banyak guru, tapi tahun 2012 lalu tidak dikategorikan 3T. Padahal, Ketika ia mengunjungi salah satu pulau di Kabupaten Lingga Kecamatan Senayang beberapa sekolah SD dan SMP Negeri hanya memiliki 2 orang guru saja. Satu kepala se­kolah, satu lagi guru honorer. Ini sangat memperihatinkan.
“Beberapa sekolah SD dan SMP Negeri di Kabupaten Lingga hanya memiliki 2 orang guru saja. Satu kepala seko­lah, satu lagi guru honorer. Mestinya ini menjadi keprihatinan Bangsa ini,” ungkapnya.
Tahun 2012 jumlah peserta yang mengikuti program SMT-3T meningkat dibanding 2011 sebanyak 2.479 orang, kini bertambah menjadi 2.630 orang. Peningkatan itu terjadi karena Kemendikbud terus melaksanakan penambahan lokasi yang dijadikan program SM-3T ke propinsi-propinsi lain, seperti Kalimantan Barat yang berbatasan dengan nega­ra tetangga, Pulau Nias, dan Sulawesi Utara.
Program SM-3T masih berlaku jangka pendek, yakni selama satu tahun. Namun demikian, banyak manfaat yang diperoleh Kemendikbud dari peserta SM-3T berupa masukan-masukan bagi peningkatan mutu, sarana dan prasarana di daerah 3T tersebut. Program SM3T direncanakan akan berlangsung hingga 2015. Program tersebut diberi nama Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia. Tujuannya untuk mencari model pendidikan guru khususnya di daerah tertinggal.
Ia juga meminta Kemen­dikbud mengevaluasi pelaksanaannya, supaya tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
“Program pengiriman 2.479 guru di daerah 3T dan perekrutan 464 mahasiswa dari daerah 3 T harus segera kita evaluasi lebih jauh pelaksanaannya untuk meningkatkan kapasitas dan loyalitas rekrutmen guru yang akan dikirimkan selanjutnya,” ujarnya.
Herlini mengatakan, ia sangat mendukung pelaksanaan program ini. Tetapi, de­ngan catatan Kemendikbud memiliki strategi untuk mem­pertahankan loyalitas dan meningkatkan kapasitas guru tersebut.
“Bukan rahasia lagi, ketika kesejahteraan dan fasilitas untuk mereka tidak diperhatikan, program ini terancam gagal di tengah jalan. Dokter PTT saja yang benar-benar profesional dan disumpah, nyatanya banyak yang DO sebelum masa penugasan berakhir,” ungkapnya.
Ia berharap Kemendikbud memiliki strategi terobosan seperti apa yang diperlukan agar capaian program ini semakin membaik. Termasuk penentuan variabel apa saja yang men­jadi pertimbangan suatu daerah dikategorikan 3T.
Wakil DPR dari Kepulauan Riau itu berharap kedepannya Kemendikbud harus bisa meningkatkan kualitas, kapasitas dan loyalitas guru yang akan dikirimkan selanjutnya ke daerah 3T. Variabel yang dikatagorikan 3T juga harus di pertimbangkan agar dapan   menjamin semua sekolah di seluruh pelosok wilayah Indonesia dilayani oleh tenaga pendidik yang cukup dan cakap.(h/cw64)


Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


New Creation Live Radio
by. Infokom PPG SM-3T UNP



Radio Streaming PPG SM-3T UNP




 
Redaksi : Tentang Kami | Iklan | Ketentuan | Address: Kampus II UNP, Lubuk Buaya, Padang | 25173 | Sumatera Barat | Phone: 085263220740 | Email: mail@sm3t-unp.org