Pendidik di Daerah Tertinggal Curhat ke Sesama Guru - PPG SM-3T UNP
News Update:
Home » » Pendidik di Daerah Tertinggal Curhat ke Sesama Guru

Pendidik di Daerah Tertinggal Curhat ke Sesama Guru

Written By Irfan Dani on Thursday, November 22, 2012 | 12:08 PM

Ilustrasi : ist.

JAKARTA - Sarjana mendidik daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (SM-3T) menjadi guru multifungsi di daerah 3T. Berbekal keterampilan yang dimiliki, para sarjana ini siap disebar untuk mengabdi di seluruh pelosok negeri.  
Program yang merupakan bagian dari mencerdaskan indonesia dengan mempercepat program pembangunan itu dimotori oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Menyadari berbagai manfaat dan inspirasi yang bisa digali dari program tersebut, maka digelar workshop agar para peserta SM-3T dapat berbagi cerita kepada tenaga pendidik lainnya.
 
Banyak cerita yang mereka bawa selama mereka mengabdi di pelosok negeri. Mereka mengaku, selain mereka menjadi pendidik mereka disana menjadi pemberdaya masyarakat. Salah satunya adalah Elliya. Seorang tenaga pendidik asal Bali itu bercerita, awalnya dia merasa ragu mengikuti program tersebut.
 
Namun, rasa penasaran mendorong Elliya untuk tetap mencoba mengikuti program tersebut dan ditempatkan di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). "Alhasil keadaan disana tidak seekstrim yang dipikirkan. Saya merasa senang karena di sana saya diperlakukan bak seorang raja. Mereka sangat menghargai saya," tutur Elliya di Prasada Mansion, Jakarta Pusat, (21/11/2012).
 
Pengalaman luar biasa juga turut diungkapkan salah satu pengajar yang mendapat kesempatan menjadi tenaga pendidik di Aceh Timur selama satu tahun. Ketika akan kembali ke tempat asalnya dia mendapat tawaran menarik dari Kepala Dinas Pendidikan setempat jika tetap menjadi guru di sana.
 
"Kepala Dinas Pendidikan Aceh timur menawarkan, kalau saya mau menjadi pegawai negeri sipil (PNS), saya disuruh kembali ke sana. Bahkan, dia juga menawarkan akan memberi saya tanah seluas lima hektare jika tetap menjadi guru di sana," ujarnya.
 
Sementara itu, Pengamat Pendidikan Dharmaningtyas menyebutkan, selain sarjana muda di kota besar disebar ke daerah 3T, kualitas para guru yang ada di daerah 3T pun harus terus ditingkatkan. Salah satunya adalah dengan mengikuti dan mendapatkan sertifikasi.
 
"Tidak selamanya guru di daerah tertinggal tetap mengajar di daerah tertinggal. Namun, harus ada perubahan, yakni guru yang sudah disertifikasi harus dikirim ke daerah tertinggal ungkap Dharmaningtyas.
 
Manfaat program SM-3T tidak hanya dirasakan oleh para sarjana muda itu. Masyarkat daerah tertinggal pun banyak merasakan manfaatnya. Ini terbukti dengan banyaknya warga daerah yang semakin pintar dan banyak mengukir prestasi
 
Kegiatan ini menjadi pintu masuk yabg efisien dan efektif menjaring asupan informasi tentang potret pendidikan di daerah 3T. Mulai dari penemuan bibit potensial hingga pemetaan fisik sekolah dan verifikasi data sekolah secara cepat dan akurat dengan teknologi informasi yang dikembangkan Kemendikbud.
(mrg)

Sumber:

okezone.com
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


New Creation Live Radio
by. Infokom PPG SM-3T UNP



Radio Streaming PPG SM-3T UNP




 
Redaksi : Tentang Kami | Iklan | Ketentuan | Address: Kampus II UNP, Lubuk Buaya, Padang | 25173 | Sumatera Barat | Phone: 085263220740 | Email: mail@sm3t-unp.org