Ini Kata Kepala SMPN 2 Simpang Jernih, Tempat Guru Sarjana Mendidik Bertugas - PPG SM-3T UNP
News Update:
Home » » Ini Kata Kepala SMPN 2 Simpang Jernih, Tempat Guru Sarjana Mendidik Bertugas

Ini Kata Kepala SMPN 2 Simpang Jernih, Tempat Guru Sarjana Mendidik Bertugas

Written By Irfan Dani on Thursday, November 29, 2012 | 10:37 AM

 

BANDA ACEH – Empat orang guru muda yang mengikuti program Sarjana Mendidik di daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T) di Desa Melidi, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur rupanya baru mengajar di sana pada bulan Oktober 2012 lalu. Keberadaan mereka di daerah pedalaman Aceh Timur tersebut belum genap dua bulan.
Kepala Sekolah SMPN 2 Simpang Jernih, Ibrahim Win Ariga, yang dihubungi ATJEHPOSTcom melalui telepon selular pada Rabu petang, 28 November 2012 mengatakan jika empat guru tersebut berasal dari dua universitas di Indonesia yaitu Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung dan Universitas Negeri Medan (Unimed).
Dari Bandung dua guru tersebut adalah Geugeut Zaludiosanusa Annafi dan Winda Yulia sedangkan dari Medan adalah Hanafi dan Irma Yuna. “Di Melidi mereka tinggal di rumah warga,” kata Ibrahim.
SMPN 2 tersebut kata Ibrahim, memiliki jumlah murid sebanyak 86 orang dari kelas 1-3. Guru yang mengajar di sana hanya empat orang dan mereka semuanya berstatus guru bakti. Dengan hadirnya empat guru sarjana mengajar, jumlah guru di sana menjadi delapan orang. Rencananya mereka akan bertugas di sekolah itu selama satu tahun.
“Yang berstatus pegawai negeri hanya kepala sekolahnya, sedangkan pegawai TU-nya dua orang juga berstatus bakti,” katanya.
Ibrahim sendiri belum genap satu tahun menjabat sebagai kepala sekolah di sana. Sebelumnya ia bertugas di Kecamatan Serbajadi, Lokop. “Saya tugas di  Simpang Jernih sejak Januari 2012,” katanya.
Meski bertugas di Simpang Jernih, Ibrahim berdomisili di Kota Langsa. Ia datang ke sekolah seminggu sekali. Saat kejadian boat tenggelam yang membawa guru sarjana mendidik pada sore Senin, 26 November 2012 dirinya sedang berada di Langsa.
“Awalnya rencana mau berangkat bersama, tetapi karena ada persiapan untuk peringatan PGRI tidak jadi,” ujarnya.
Empat guru tersebut sebelumnya baru pulang dari Kota Langsa untuk mengikuti rapat rutin antar SM3T. Rapat yang diikuti tersebut merupakan rapat pertama setelah mereka ditugaskan ke Simpang Jernih. Mereka berangkat ke Langsa pada Sabtu, 24 November 2012 dan kembali ke Simpang Jernih pada hari Senin.
Kejadian tersebut menenggelamkan empat orang penumpang, satu di antaranya telah ditemukan pagi tadi dalam kondisi tak bernyawa lagi. Sementara dua guru dan seorang warga lainnya masih berstatus hilang hingga saat ini.
Sementara dua korban selamat lainnya, Yuna dan Hanafi saat ini dirawat di RSUD Cut Nyak Dhien, bukan di RSUD Aceh Tamiang sebagaimana diberitakan sebelumnya. “Kondisi mereka sekarang alhamdulillah sudah membaik, saya baru saja menelepon mereka,” katanya.[] (ihn)

Sumber:

 
 
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


New Creation Live Radio
by. Infokom PPG SM-3T UNP



Radio Streaming PPG SM-3T UNP




 
Redaksi : Tentang Kami | Iklan | Ketentuan | Address: Kampus II UNP, Lubuk Buaya, Padang | 25173 | Sumatera Barat | Phone: 085263220740 | Email: mail@sm3t-unp.org