Boat Para Guru Program Sarjana Mendidik Terbalik di Tamiang - PPG SM-3T UNP
News Update:
Home » » Boat Para Guru Program Sarjana Mendidik Terbalik di Tamiang

Boat Para Guru Program Sarjana Mendidik Terbalik di Tamiang

Written By Irfan Dani on Thursday, November 29, 2012 | 10:45 AM

 Tragis. Begitulah gambaran musibah yang menimpa serombongan guru Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) asal Aceh, Jawa Barat, dan Sumatera Utara. Boat yang mereka tumpangi terbalik saat melawan arus Sungai Tamiang ketika dalam perjalanan kembali ke tempat tugas di Desa Melidi, Aceh Timur, Senin (26/11) sore.

Boat nahas tersebut ditumpangi empat guru, yaitu Hanafi (asal Blangkejeren, Gayo Lues), Irma Yuna (Medan, Sumut), Geugeut Zaludio Sanua Anafi dan Winda Yulia (keduanya asal Jawa Barat).

Keempat guru tersebut didampingi dua warga lokal yaitu Ahmad (juru mudi/tekong) dan seorang lainnya bernama Martini. Lokasi kejadian di aliran Sungai Simpang Jernih, kawasan Batu Katak, antara Desa Batu Sumbang dan Melidi, Aceh Timur.

Camat Simpang Jernih, Drs Ahmad kepada Serambi, Selasa (27/11) mengatakan, keempat guru tersebut bertugas di SMP Desa Melidi, sebuah kawasan pedalaman di hulu Sungai Tamiang.

Sebelum hari nahas itu, keempat guru menuju Kuala Simpang (ibu kota Aceh Tamiang) untuk suatu keperluan. Mereka menggunakan alat transportasi sungai dengan waktu tempuh sekitar 4-6 jam.

Setelah menyelesaikan berbagai urusan di Kuala Simpang, akhirnya pada Senin (26/11) siang keempat guru pulang kembali ke Melidi. Pada awalnya ada seorang warga lainnya dalam boat, namun warga tersebut turun ketika sampai di Desa Simpang Jernih.

Masih di aliran Sungai Simpang Jernih, tepatnya setelah sekitar lima jam perjalanan dari Kuala Simpang, boat semakin terengah-engah melawan arus sungai. Dalam keadaan kepayahan, boat mencapai kawasan Batu Katak, antara Batu Sumbang dan Melidi. Boat tak mampu melawan derasnya arus hingga mundur dan menabrak batu sehingga terbalik dan tenggelam.

Semua penumpang boat, termasuk pengemudi tumpah ke sungai. Namun dua guru berhasil menyelamatkan diri, yakni Hanafi dan Irma Yuna. Mereka berpegangan pada jeriken berisi bensin hingga akhirnya ditolong warga yang sedang memasang jaring ikan. Sedangkan dua guru lainnya, Geugeut Zaludio Sanua Anafi dan Winda Yulia dilaporkan masih hilang bersama juru mudi boat dan seorang warga lainnya.

Beberapa saat setelah menerima informasi musibah tersebut, tim pencari terus bergerak ke lokasi kejadian. Namun hingga Selasa kemarin, menurut informasi dari relawan komunikasi RAPI Aceh Tamiang, korban hilang belum ditemukan.(md)

Maut di Batu Katak
MESIN boat yang ditumpangi rombongan guru terpencil itu meraung keras saat melawan derasnya arus Sungai Simpang Jernih, kawasan Batu Katak, Aceh Timur, Senin sore 26 November 2012. Boat yang dikemudikan seorang warga lokal bernama Ahmad “menyerah” dan mundur diterjang ganasnya arus; terbanting ke batu, hancur, menumpahkan semua penumpangnya ke aliran sungai di antara bukit cadas.

Musibah yang menghentak dunia pendidikan tersebut menimpa empat guru Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM3T) asal Aceh, Jawa Barat, dan Sumatera Utara. Mereka bertugas di pedalaman Aceh Timur, tepatnya di Desa Melidi, Kecamatan Simpang Jernih.

Saat musibah terjadi, mereka sedang dalam perjalanan kembali ke wilayah tugas setelah menyelesaikan urusan di Kuala Simpang, ibu kota Aceh Tamiang. Dalam perjalanan ke hulu Sungai Tamiang petang itu, keempat guru didampingi dua warga lokal, termasuk juru mudi boat/tekong bernama Ahmad.

Ketika boat memasuki kawasan Batu Katak, drama mengerikan itu pun terjadi. Boat tak mampu melawan arus, akhirnya mundur dan terhempas ke batu. Dari empat guru, dua masih hilang bersama juru mudi dan seorang warga lainnya. Seorang warga Simpang Jernih bernama Ajisah mengatakan, Batu Katak dikenal sebagai kawasan angker karena sering terjadi kecelakaan boat. Selain alur sungai sempit, diapit dua gunung batu, arusnya juga menanjak. “Jika arus sedang deras biasanya warga tidak berani naik ke Melidi,” kata Ajisah.

Camat Simpang Jernih, Drs Ahmad menginformasikan, untuk proses pencarian empat korban yang masih hilang (termasuk dua orang guru), dikerahkan 40 boat yang melibatkan masyarakat bersama tim Satgas SAR.

Relawan Komunikasi RAPI Aceh Tamiang yang dihubungi Serambi tadi malam menginformasikan, proses pencarian masih terus berlanjut, namun hingga tadi malam--saat misi dihentikan sementara--keempat korban hilang belum ditemukan. “Pencarian korban melibatkan tim gabungan, terutama Satgas SAR Aceh Timur. Sedangkan Satgas SAR Aceh Tamiang dan Langsa ikut memback-up. Tim Basarnas dari Banda Aceh yang dipimpin Bang Nova juga sudah berada di lokasi,” kata Ketua Satgas SAR Aceh Tamiang, Syaiful Syahputra yang juga relawan RAPI dengan call sign JZ01WLO.(md/nas)

40 Boat Cari Korban
MISI pencarian korban boat tenggelam di aliran Sungai Simpang Jernih, kawasan Batu Katak, Aceh Timur masih terus berlanjut. Namun hingga tadi malam--saat pencarian dihentikan sementara--empat korban hilang belum ditemukan.

Camat Simpang Jernih, Drs Ahmad menginformasikan, untuk proses pencarian empat korban yang masih hilang (termasuk dua orang guru), dikerahkan 40 boat yang melibatkan masyarakat bersama tim Satgas SAR. Posko pencarian sudah didirikan di Desa Batu Sumbang.

Relawan Komunikasi RAPI Aceh Tamiang yang dihubungi Serambi tadi malam menginformasikan, pencarian korban melibatkan tim gabungan, terutama Satgas SAR Aceh Timur. Sedangkan Satgas SAR Aceh Tamiang dan Langsa ikut memback-up. “Tim Basarnas dari Banda Aceh yang dipimpin Bang Nova juga sudah berada di lokasi,” kata Ketua Satgas SAR Aceh Tamiang, Syaiful Syahputra yang juga relawan RAPI dengan call sign JZ01WLO. (md/nas) | Serambi Indonesia.

Sumber:


http://www.suara-tamiang.com







Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


New Creation Live Radio
by. Infokom PPG SM-3T UNP



Radio Streaming PPG SM-3T UNP




 
Redaksi : Tentang Kami | Iklan | Ketentuan | Address: Kampus II UNP, Lubuk Buaya, Padang | 25173 | Sumatera Barat | Phone: 085263220740 | Email: mail@sm3t-unp.org