SM3T tak Menjawab Persoalan Mutu - PPG SM-3T UNP
News Update:
Home » » SM3T tak Menjawab Persoalan Mutu

SM3T tak Menjawab Persoalan Mutu

Written By Irfan Dani on Friday, June 1, 2012 | 4:45 PM

KEHADIRAN Sarjana Mengajar di daerah Terluar Tertinggal dan Terdepan (SM3T) di NTT sebagai solusi mengatasi kekurangan guru dan perbaikan mutu, dikritisi oleh forum komunikasi mahasiswa FKIP se-NTT. Forum ini menilai program SM3T tidak menjawab persoalan mutu pendidikan di NTT.
“Program SM3T tidak bisa menjawab persoalan mutu pendidikan di NTT. Kebijakan pemerintah pusat ini tidak bisa diterapkan di daerah yang kondisinya berbeda. Intinya kami tetap menolak kebijakan desentralisasi,” jelas Ketua Forum Komunikasi Mahasiswa FKIP se-NTT, Sandhy Neolaka kepada VN, Kamis (31/5).
Menurutnya, kebijakan ini sebenarnya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah meskipun sedikit terkait dengan pemerintah pusat. Berbicara mengenai peningkatan mutu pendidikan di setiap daerah, kondisinya berbeda. Sehingga tidak bisa diambil satu keputusan bahwa ada satu kebijakan dari pemerintah pusat yang turun langsung ke NTT untuk mengatasi masalah mutu pendidikan.
Buktinya, persentase kelulusan NTT tetap menjadi juru kunci untuk tingkat SMA/SMK, bahkan ini sudah berlangsung tiga tahun berturut-turut.
“NTT sendiri mengalami beberapa persoalan, seperti kekurangan guru PNS, guru profesional, guru yang berkompeten, ketidak sesuaian bidang studi dan pendistribusian guru yang tidak merata,” katanya.
Ia juga menjelaskan, untuk meningkatkan mutu pendidikan di NTT karena beberapa persoalan itu, program SM3T seharusnya mengirim guru-guru yang profesional dan berpengalaman. Mereka tidak bisa menjawab persoalan-persoalan itu, apalagi NTT sudah memiliki banyak sarjana pendidikan.
“Program SM3T di NTT dan dikelola Undana sama saja dengan Undana menerima program yang tidak mampu dijalankan. Karena program sertifikasi 10.000 guru yang dijalankan, Undana sangat kewalahan. Mahasiswa yang akan dikorbankan. Konsentrasi dosen tidak pada mahasiswa lagi tapi pada program-program pemerintah yang orientasinya pada proyek,” papar dia.
Wakil Direktur Pendidikan dan Ketenagaan Dirjen Pendidikan Tinggi, Kemendikbud, Agussusilo Hadi, mengatakan, program ini adalah solusi mengatasi kekurangan guru di daerah terpencil.
Menurutnya, tenaga SM3T bukan tenaga honor ataupun bukan guru, tapi calon guru yang sedang mengambil program PPG (pendidikan profesi guru) untuk benar-benar mengerti dan memahami tugasnya ketika kelak menjadi guru. (P-1)

maria
@victorynewsmedia.com 
Sumber:

http://www.victorynewsmedia.com/v2/images/logo%20victory.png
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


New Creation Live Radio
by. Infokom PPG SM-3T UNP



Radio Streaming PPG SM-3T UNP




 
Redaksi : Tentang Kami | Iklan | Ketentuan | Address: Kampus II UNP, Lubuk Buaya, Padang | 25173 | Sumatera Barat | Phone: 085263220740 | Email: mail@sm3t-unp.org