Program SM3T Solusi Atasi Kekurangan Guru - PPG SM-3T UNP
News Update:
Home » » Program SM3T Solusi Atasi Kekurangan Guru

Program SM3T Solusi Atasi Kekurangan Guru

Written By Irfan Dani on Wednesday, May 30, 2012 | 11:22 AM


 

KUPANG - Program Sarjana Mengajar di daerah Terluar Tertinggal dan Terdepan merupakan solusi mengatasi kekurangan guru di daerah terpencil, kata Wakil Direktur Pendidikan dan Ketenagaan Dirjen Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Agussusilo Hadi.

"Program Sarjana Mengajar di daerah Terluar Tertinggal dan Terdepan (SM3T) yang diluncurkan sejak 2010 cukup membantu mengatasi kekurangan guru di daerah terpencil," katanya di Kupang, Selasa (29/5).

Ia mengatakan bahwa kekurangan guru selama ini menjadi salah satu masalah pelik dunia pendidikan dan bahkan selalu menjadi alasan pembenar bagi buruknya mutu pendidikan di daerah Terluar, Tertinggal dan Terdepan.

Agussusilo Hadi, berada di Kupang dalam rangkaian kegiatan penandatanganan nota kesepahaman bersama (MoU) antara Universitas Nusa Cendana (Undana) dan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bersama Bupati Alor, Manggarai Timur dan Rote Ndao (Terluar Tertinggal dan Terdepan) dan Seminar Pendidikan Kawasan Daerah Perbatasan di NTT.

Ia mengatakan, program ini berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi ke daerah-daerah yang menjadi sasaran program SM3T, mendapat sambutan positif, karena cukup membantu siswa di sekolah-sekolah yang kesulitan pendidik, sehingga tidak teratur mengikuti pelajaran.

Artinya, kata Agussusilo Hadi, kehadiran tenaga SM3T tidak lantas menyulap semua persoalan yang ada di daerah Terluar Tertinggal dan Terdepan menjadi tuntas semuanya, tetapi paling tidak, dapat membantu meringankan tugas dan beban di sekolah itu.

"Selain itu, kehadiran tenaga SM3T ini juga dapat mengidentifikasi dan mencatat siswa yang mampu secara akademik, tetapi tidak mampu secara ekonomis dan ketersediaan guru dan infrastruktur di sekolah yang di tuju dan sekitarnya, sebagai bahan pembanding bagi Kemendiknas," katanya.

Ia mengatakan, untuk tahap awal, tenaga SM3T di NTT ditempatkan di 10 kabupaten dan akan terus bertambah atau berkurang, sesuai dengan hasil monitoring dan evaluasi terhadap keberadaan dan kinerja kerja ditempat tugas.

Bagi tamatan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) di NTT, pada 2012 ini dibuka kesempatan untuk mendaftar dan mengikuti seleksi pada tenggat waktu Juni hingga Agustus 2012 untuk selanjutnya ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.

Dia menegaskan, tenaga SM3T bukan tenaga honor atau pun juga bukan guru, tetapi merupakan calon guru yang sedang mengambil program PPG (Pendidikan Profesi guru) untuk benar-benar mengerti dan memahami tugasnya ketika kelak menjadi guru.

Sehingga tidak perlu diributkan di NTT, mengapa belum kebagian dan bentuk penolakan lainnya, karena menjadi tenaga SM3T, banyak konsekuensinya karena ditempatkan di daerah Terluar Tertinggal dan Terdepan.

"Tetapi kita menghargai semangat anak-anak NTT dan menunggu mereka yang ingin menjadi tenaga SM3T nanti di Aceh, Kalimantan dan Papua atau daerah lain yang masuk kategori Terluar Tertinggal dan Terdepan di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tercinta ini," katanya.
(Ant)

Sumber: 
http://www.shnews.co/templates/temp_sh/images/logo_trs.png
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


New Creation Live Radio
by. Infokom PPG SM-3T UNP



Radio Streaming PPG SM-3T UNP




 
Redaksi : Tentang Kami | Iklan | Ketentuan | Address: Kampus II UNP, Lubuk Buaya, Padang | 25173 | Sumatera Barat | Phone: 085263220740 | Email: mail@sm3t-unp.org