SD INPRES POGA DAPAT LIMA GURU SM-3T - PPG SM-3T UNP
News Update:
Home » , » SD INPRES POGA DAPAT LIMA GURU SM-3T

SD INPRES POGA DAPAT LIMA GURU SM-3T

Written By Irfan Dani on Wednesday, September 25, 2013 | 6:24 AM

Sekda Lanny Jaya, Christian Sohilait ketika memberi
 pengarahan saat mengantarkan para guru SM3T di SD Inpres Poga.
 (JUBI/ISLAMI)Wamena, 21/9 (Jubi) – Setelah mendapatkan jatah 32 guru dari program Sarjana Mendidik Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T), pemerintah Kabupaten Lanny Jaya langsung menyebar para guru tersebut di berbagai sekolah diseluruh distrik di Lanny Jaya.
Pada Sabtu (21/9) giliran SD Inpres Poga di Distrik Poga, Kabupaten Lanny Jaya ditempatkan sebanyak lima guru untuk mengajarkan anak-anak di sekolah tersebut mulai dari kelas 1 hingga 6.
Sekda Lanny Jaya, Christian Sohilait yang juga sebagai pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Lanny Jaya ketika mengatar para guru yang akan bertugas di Distrik Poga mengatakan, bukan secara kebetulan juga SD Inpres Poga tersebut dijadikan sebagai salah satu sekolah unggulan yang sudah dibuka di tempat lainya di Lanny Jaya.
“Saya sama-sama dari Surya Institut juga ada yang akan lihat kondisi sekolah ini, sedangkan guru dari SM3T ini akan dikontrak selama satu tahun makanya mereka akan mengajar di seluruh kelas mulai dari kelas 1-6. Sedangkan untuk tahun ajaran berikut, akan masuk lima guru dari Surya Institut yang sama seperti di Indawa dan Tiom,” ujar Christian kepada wartawan disela-sela kunjunganya.
Dijelaskan, lima guru yang akan didatangkan dari Surya Institut di SD Inpres Poga ini, khusus untuk menangani kelas unggulan yaitu hanya kelas 4 yang akan diseleksi di 14 SD di tiga distrik yaitu Poga, Bimba dan Gamelia.
“Karena itu, hari ini guru yang dari SM3T akan mulai ada di sini, dan mereka ini yang terakhir setelah tempat lainya telah diisi guru-guru, sambil kita persiapkan tahun ajaran baru untuk anak-anak kelas-kelas unggulan yang akan kita seleksi,” terangnya.
Diakuinya, sekolah di Distrik Poga ini sangat jauh dari ibu kota Lanny Jaya, Tiom, karena harus putar 89 kilometer ke Wamena lalu hampir 58 kilo ke Poga ditambah tidak ada sinyal dan listrik, tetapi anak-anak di Poga ini ingin berkembang, sehingga membuat Dinas Pendidikan juga menginginkan agar anak-anak di Distrik Poga merasakan pendidikan yang sama seperti di distrik lainya.
“Karena kita punya komitmen pemenang pendidikan salah satunya tidak boleh anak-anak tidak ada yang tidak bisa membaca, menulis dan berhitung. Karena itu, kita acak secara merata guru-guru SM3T ini. Kita juga telah member target ke para guru ini, di mana dalam tiga bulan pertama pokoknya anak-anak sudah bisa membaca dan menulis. Sedangkan untuk kelas unggulan nanti, jam pelajaranya berbeda makanya ilmu yang diberikan pula agak sedikit ditingkatkan,” jelasnya.
Untuk sarana dan prasarana serta fasilitas penunjang untuk proses belajar mengajar di SD Inpres Poga tersebut, Christian menegaskan seluruhnya telah disiapkan mulai dari ruang kelas beserta kelengkapanya, rumah guru, perpustakaan dan lainya.
“Semuanya akan dilengkapi dan sudah adanya rumah bagi guru-guru, tidak ada lagi alasan untuk guru meninggalkan tempat tugas di Poga ini, karena rumah sudah siap. Pada intinya apa yang kita bikin di Tiom harus sama di Poga, supaya ketika di tahun 2016 sesuai dengan visi misi Bupati Lanny Jaya dimanapun kita jalan di seluruh Lanny Jaya anak-anak sudah bisa baca, maka kita menjadi pemenang pendidikan.
Selain mengantar serta meninjau langsung kesiapan di SD Inpres Poga, selaku Sekda ditambah Kepala Dinas Bina Marga yang masih melekat kepadanya, Christian Sohilait juga meninjau langsung ruas jalan dari titik kantor Distrik Poga hingga ke SD.
“Kita lihat sudah ada penanganan yang dilakukan oleh Balai Besar Jalan Nasional, tetapi ada jalan yang masih rusak dan tidak bisa ditangani karena memang DIPA mereka hanya terbatas di kilometer itu. Karena itu, meskipun itu ruas nasional tetapi saya akan bicara dengan balai jalan kita akan ambil alih karena kita punya masyarakat ada di sini, tidak boleh jalan rusak dan mengganggu akses untuk pemerintahan, kesehatan dan pendidikan.
Sementara itu Kepala Sekolah SD Inpres Poga, Matius Kogoya mengakui, sejak sekolah tersebut tahun 1979, hanya ada satu guru yang mengajar yaitu dirinya sendiri selaku Kepala sekolah merangkap guru, seiring berjalanya waktu Matius dibantu tiga guru bantu untuk mengajarkan murid-murid dari kelas 1 hingga 6, dimana rata-rata satu kelas 15-20 murid.
“Dengan datang lima guru kontrak baru ini sangat terbantu, mereka datang untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


New Creation Live Radio
by. Infokom PPG SM-3T UNP



Radio Streaming PPG SM-3T UNP




 
Redaksi : Tentang Kami | Iklan | Ketentuan | Address: Kampus II UNP, Lubuk Buaya, Padang | 25173 | Sumatera Barat | Phone: 085263220740 | Email: mail@sm3t-unp.org