PPG UM Cetak Tenaga Guru Profesional - PPG SM-3T UNP
News Update:
Home » » PPG UM Cetak Tenaga Guru Profesional

PPG UM Cetak Tenaga Guru Profesional

Written By Irfan Dani on Tuesday, May 7, 2013 | 8:36 AM


MALANG – Ratusan sarjana muda dipersiapkan menjadi tenaga pengajar yang mumpuni dan mengantongi sertifikat mengajar di Universitas Negeri Malang (UM). Setelah menjalani satu tahun masa pengabdian dalam program Sarjana Mendidik di Daerah Tertinggal Terluar Terdepan (SM3T), mereka berhak untuk menjadi peserta workshop subject specific pedagogy (SSP). Program ini dilaksanakan selama enam bulan hingga satu tahun yang bertujuan untuk mematangkan para peserta sebelum terjun di dunia kerja sebagai tenaga pengajar.
Workshop SSP dilaksanakan di kampus UM dimulai 16 Maret lalu. Ada dua jenis workshop SSP yakni untuk PGSD dan 10 program studi lain non-PGSD. Total keseluruhan peserta adalah 260 mahasiswa. Peserta PGSD menempuh waktu selama enam bulan sedangkan peserta yang berasal dari program studi lain membutuhkan waktu selama satu tahun. Selain itu mereka juga diberikan waktu selama 20 minggu untuk melakuakan praktik pengalaman lapangan (PPL) di sekolah yang sudah ditentukan pihak kampus.
Ketua Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Pembelajaran (LP3), Dr. H. Syamsul Hadi, M.Pd, M.Ed, menjelaskan bahwa selama workshop peserta benar-benar digembleng dengan materi serta dibimbing oleh expert. Kegiatan yang mereka antara lain adalah membuat desain pembelajaran atau silabus, menyiapkan bahan ajar atau modul, memikirkan media yang harus disiapkan guna mendukung pembelajaran.
“Ada dua dosen profesional yang telah menyelesaikan pendidikan magisternya serta memiliki sertifikasi dan satu guru pamong yang berasal dari sekolah yang akan ditempati ketika PPL kelak. Ketiganya rutin datang ke tiap kelas untuk membimbing mereka dalam workshop SSP ini,” jelasnya. 
Mereka yang nantinya lulus akan mendapatkan sertifikat mengajar sesuai dengan kampus tempat mereka mengikuti workshop SSP. Walau demikian sertifikat yang mereka terima tersebut berbeda dengan program sertifikasi kepada para pengajar yang beberapa tahun belakangan ini gencar dilaksanakan. 
“Pemerintah memiliki Pendidikan Profesi Guru (PPG) yaitu dengan sertifikasi dan PPG pra-jabatan. Sertifikasi dilakukan sebagai penghargaan bagi mereka yang telah mengabdi selama belasan hingga puluhan tahun. Sedangkan peserta workshop ini melalui PPG Pra-jabatan. Jadi sebelum mereka mengahbiskan waktunya selama belasna tahun, mereka sudah memiliki sertifikat,” tandasnya.
UM adalah salah satu perguruan tinggi yang ditunjuk sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga kependidikan (LPTK) di Indonesia. Kampus lain yang menyandang status tersebut ialah UNESA Surabaya, UNES Semarang, UPI Bandung, UNJ Jakarta, UNM Medan, UNP Padang, UNM Manado, UNM Makasar, UNY Yogyakarta, UNG Gorontalo, dan Undiksa Bali. Tercatat peserta yang mengikuti program rangakaian workshop SSP di UM mencapai jumlah terbanyak. Hal ini dikarenakan UM memiliki 11 program studi masuk dalam worksop SSP.
“Selain dari mahasiswa UM sendiri, kami juga menerima mahasiswa dari kampus lain karena jurusan yang mereka pilih tidak ada di tempat asal mereka. Adanya tambahan dari luar kampus ini yang juga membuat mahasiswa UM memiliki jumlah lebih banyak ketimbang kampus yang lain,” tandasnya.
Sementara itu Pembantu Rektor 1 UM, Prof Dr Hendyat Soetopo menuturkan dengan pelaksanaan PPG ini diharapkan tenaga guru di Indonesia makin profesional. Selama ini Praktik Pengalaman Lapangan calon guru integral dengan program S1 nya. Kebijakan Ditjen Dikti ke depan seperti Pendidikan Dokter. 
Setelah lulus S1, lulusan masih harus menempuh PPG seperti calon dokter yang harus praktik atau magang di rumah sakit, kalau guru harus praktik di sekolah. Dengan begitu diharapkan lulusan LPTK makin mantap sebagai profesi yang bermartabat. Dalam PPG, calon guru harus memantapkan penguasaan materi dalam bentuk workshop sebagai usaha memecahkan masalah pembelajaran sambil mempersiapkan penyiapan perangkat praktik pembelajaran di sekolah. Setelah lulus PPG memperoleh sertifikat pendidik yang profesional. 
”Pendidikan guru ke depan harus dilengkapi sertifikat pendidik profesional ini,” pungkas Hendyat. (kur/oci/adv/eno)

Sumber
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


New Creation Live Radio
by. Infokom PPG SM-3T UNP



Radio Streaming PPG SM-3T UNP




 
Redaksi : Tentang Kami | Iklan | Ketentuan | Address: Kampus II UNP, Lubuk Buaya, Padang | 25173 | Sumatera Barat | Phone: 085263220740 | Email: mail@sm3t-unp.org