PENDIDIKAN NASIONALISME DARI DAERAH 3T UNTUK INDONESIA - PPG SM-3T UNP
News Update:
Home » » PENDIDIKAN NASIONALISME DARI DAERAH 3T UNTUK INDONESIA

PENDIDIKAN NASIONALISME DARI DAERAH 3T UNTUK INDONESIA

Written By Irfan Dani on Thursday, May 2, 2013 | 10:18 AM

Ilustrasi


Menjadi Guru adalah bukan hal yang mudah, selain dapat di gugu dan ditiru, di pundaknya juga terpikul amanah perjuangan dan pendidikan generasi. Sulit membayangkan apa jadinya bangsa ini tanpa guru. Diakui atau tidak, roh pergerakan kemerdekaan dipicu karena energi yang dipompakan guru. Kesadaran akan pentingnya kemerdekaan timbul dari nurani yang tertekan dan tertindas. Guru adalah pejuang yang membebaskan bangsa ini dari ketertindasan. Karena lewat dedikasinya kesadaran untuk bangkit itu muncul. Guru menggelorakan kesadaran itu dengan perjuangan keras mendidik anak bangsa yang tak kenal lelah. Kesadaran jamak akhirnya muncul jiwa patriot dan nasionalisme yang kuat sehingga mengantarkan rakyat untuk bangkit menuntut kemerdekaan. Guru adalah pejuang yang menginspirasi dan memberikan darah atas kebangkitan itu.

Sungguh, ini bukan perjuangan yang mudah untuk mempertahankan semangat itu. Apalagi di era globalisasi saat ini tak hanya menciptakan iklim kompetisi yang sehat. Namun, bisa menjadi monster menakutkan kalau semua stockholder bangsa ini tidak siap untuk menfilter arus globalisasi. Seiring bergulirnya waktu saat yang sama penanaman nilai-nilai patriot dan nasionalisme sudah mulai berkurang. Ini kita bisa melihat  perkembangan generasi saat ini yang cendrung lebih suka produk asing dari pada produk lokal (negeri sendiri).

Kalau kita flashback kembali 14 tahun yang silam, terlepasnya Timor  Timur dari wilayah  NKRI kemudian membentuk Negara baru  (Timor Leste), pulau Ligitan dan pulau Sipadan di tangan Malaysia merupakan salah satu produk kegagalan dunia pendidikan, dalam hal menanamkan nilai-nilai nasionalisme kepada generasi bangsa sejak dini.
Untuk mengembalikan semua itu, butuh semangat kebangkitan harus kembali digelorakan. Pengabdian dan dedikasi luar biasa harus terus disemaikan. Peran guru tak hanya sebagai agent of change, lebih dari itu adalah mainstream perjuangan bangsa. Keterpurukan ekonomi, rendahnya mutu pendidikan, tergerusnya moral anak bangsa akibat pergaulan bebas, jaminan kesehatan yang payah, keadilan yang tak berdaya, premanisme yang pongah, dan sejumlah persoalan lain adalah pekerjaan berat yang menanti. Tidak hanya bagi guru, juga bagi semua elemen bangsa. Namun, guru jelas menjadi turbin bagi perjuangan ini. Generasi bangsa harus diselamatkan, dan itu bisa melalui pendidikan yang baik dan berkarakter.

Sehingga tepatnya akhir tahun 2011 lalu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (kemdikbud) melalui Ditjen Pendidikan Tinggi (DIKTI) meluncurkan program Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM-3T), dengan tujuan untuk membantu daerah 3T dalam mengatasi permasalahan pendidikan terutama kekurangan tenaga pendidik.  Program SM3T merupakan sebuah program untuk menyeleksi sarjana-sarjana pendidik muda Indonesia yang kemudian ditempatkan di daerah 3T yaitu daerah-daerah yang secara geografis berada di wilayah perbatasan dengan negara tetangga dan secara sosial ekonomi masih tertinggal seperti; (Aceh, NTT, Sulawesi Utara, Papua, Papua Barat, Kepulauan Riau, Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur).

Sebagai Pendidik daerah 3T, bukanlah hal yang mudah. Jangankan sinyal telepon seluler, listrik pun tak ada. Jangankan kendaraan, jalan raya pun entah di mana. Begitulah situasi yang dirasakan para guru program SM3T ini. Dapat di bayangkan kondisi pendidikan didalamnya seperti apa..! Kenyataan tersebut telah menciptakan sebuah gap (barier) antara hak peserta didik di perkotaan dengan peserta didik di daerah 3T sangat jauh. Sehingga wajar kemudian kenapa IPM di daerah 3T selalu terdepan dari belakang.

Jika menelaah lebih jauh, program SM3T memiliki peran yang sangat urgen untuk membangun peradaban yang berbasis karakter bangsa. Sehingga penting kemudian, sebagai peserta program SM3T memanfaatkan momentum ini sebagai :

Pertama, melatih kepekahan sosial. Hal ini sesuai dengan Undang-undang Guru dan Dosen yang menyebutkan bahwa, seorang Guru minimal memiliki empat kompetensi yaitu profesional, pedagogis, sosial dan kepribadian. Selama ini, kompetensi sosial dan kepribadian belum mendapatkan perhatian khusus dalam pendidikan calon Guru. Sehingga dengan melihat kondisi daerah 3T ini nantinya pendidik muda ini dapat mengasah kepekaan sosial, dan membentuk kepribadiannya dengan hidup bersama masyarakat setempat.

Kedua, membangun nasionalisme. Ya, nasionalisme anak bangsa di daerah pelosok negeri saat ini sedang mengalami degradasi. Mereka seolah hidup sendiri tanpa perhatian dari pemerintah, baik dalam hal ekonomi, sosial maupun pendidikan. Tidak bisa pungkiri, pembangunan saat ini masih berorientasi di daerah-daerah yang secara ekonomi mapan dan maju. Maka, tidak salah kemudian jika identitas-identitas perekat bangsa tidak lagi melekat pada kehidupan mereka.

Ketiga, alat kontrol perkembangan pendidikan di daerah 3T. Para pendidik yang bertugas di daerah 3T harapannya sebagai jembatan pemerintah untuk menyampaikan persoalan-persoalan real yang ada di daerah. Sehingga kebutuhan-kebutuhan vital terkait pengembangan pendidikan bisa terakomodasi dengan baik.

Namun begitu, program SM-3T bukan tanpa cela. Hanya beberapa perguruan tinggi (PT) ternama yang ikut serta dalam penyelenggara program pengabdian ini. Padahal di negeri ini banyak sekali PT dengan beragam nomenklatur yang potensial. Sayang jika mereka tidak dilibatkan dalam agenda mulia tersebut. Pembangunan hendaknya dilakukan secara sinergis. Sarjana-sarjana  pendidikan dari PT manapun hendaknya mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengajarkan nasionalisme kepada anak-anak bangsa.


Maju Bersama,




Cerita Kiriman:



Nama: Mansur Amriatul (Mahasiswa PPG-SM3T UNNES)
https://www.facebook.com/mansur.amriatul?ref=tn_tnmn


Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


New Creation Live Radio
by. Infokom PPG SM-3T UNP



Radio Streaming PPG SM-3T UNP




 
Redaksi : Tentang Kami | Iklan | Ketentuan | Address: Kampus II UNP, Lubuk Buaya, Padang | 25173 | Sumatera Barat | Phone: 085263220740 | Email: mail@sm3t-unp.org