Nasib Lembaga Pendidikan Guru di Ujung Tanduk - PPG SM-3T UNP
News Update:
Home » » Nasib Lembaga Pendidikan Guru di Ujung Tanduk

Nasib Lembaga Pendidikan Guru di Ujung Tanduk

Written By Irfan Dani on Saturday, March 30, 2013 | 9:32 PM

Ilustrasi--ANTARA/Noveradika/bb


Metrotvnews.com, Jakarta: Sekretaris Jenderal (Sekjen) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan nasib Lembaga Pendidikan Tenaga Keguruan (LPTK) dan lulusannya berada di ujung tanduk jika tidak segera dibenahi. 

Retno mengatakan setelah pemerintah menghapuskan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) dan sekolah pendidikan guru sejenis, kualitas lulusan keguruan menurun.

Pasca-dibubarkannya sekolah-sekolah pendidikan guru dan dimasukkannya jurusan keguruan dan ilmu pendidikan ke dalam universitas, jurusan ini kalah bersaing dengan jurusan lain di universitas.

Retno mengatakan pembenahan guru, baik yang sedang menempuh pendidikan menjadi guru dan yang sudah menjadi guru serta dosen, adalah harus segera dilakukan. 

Beberapa cara yang ia rekomendasikan antara lain membangun budaya ilmiah sehingga daya kritis tenaga pengajar terbangun, memberikan kesempatan untuk bersekolah dan menimba ilmu bagi para pendidikan, pelatihan guru secara berkala dan rutin, memberikan kebebasan berorganisasi dan memperlakukan guru sebagai tenaga profesional. 

"Jika dihargai sebagai tenaga profesional maka kesejahteraannya tidak akan berbeda dengan profesi lainnya," jelas dia saat dihubungi pada Sabtu (30/3).

Pelatihan, jika mencontoh kepada Singapura dan Finlandia, dilakukan paling tidak 100 jam dalam setahun. Pelatihan yang berkala akan membuat mutu guru terjaga.

Dengan diperbolehkannya sarjana non pendidikan menjadi guru maka lulusan LPTK akan semakin tersisih. Dengan tegas Retno mengatakan mutu sarjana nonpendidikan jauh lebih baik ketimbang sarjana pendidikan dari LPTK. 

Pemerintah, kata dia, harus campur tangan dalam proses ini seperti memberikan perubahan dan revisi terhadap kurikulum untuk sekolah keguruan dan LPTK.

"Secara keilmuan, sarjana nonpendidikan memang lebih tinggi dari lulusan LPTK. Dengan keilmuan yang tinggi, kompetensi pedegogis bisa dipelajari," jelas Retno. Kecenderungan yang terjadi pada lulusan LPTK adalah penguasaan keilmuan dan kemampuan pedagogis sama rendahnya.

Dihapuskan beberapa mata pelajaran juga mengancam para calon guru mata pelajaran yang masih belajar di LPTK. (Vera Erwaty Ismainy)


sumber
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


New Creation Live Radio
by. Infokom PPG SM-3T UNP



Radio Streaming PPG SM-3T UNP




 
Redaksi : Tentang Kami | Iklan | Ketentuan | Address: Kampus II UNP, Lubuk Buaya, Padang | 25173 | Sumatera Barat | Phone: 085263220740 | Email: mail@sm3t-unp.org