Guru Diduga Tendang dan Pukul Siswa - PPG SM-3T UNP
News Update:
Home » » Guru Diduga Tendang dan Pukul Siswa

Guru Diduga Tendang dan Pukul Siswa

Written By Irfan Dani on Tuesday, March 26, 2013 | 9:00 AM

SERAMBI/ZAKI MUBARAK
Muslim, siswa kelas II SMAN 7 dirawat insentif di Rumah Sakit PT ARUN, Minggu (24/3). Dia diduga dipukul oleh gurunya di sekolah


Saraf Korban Terganggu , Pelaku Diskors

LHOKSEUMAWE - Kekerasan oknum guru terhadap anak didik kembali terjadi di Aceh. Kali ini menimpa Muslem, siswa kelas 2 IPS SMA Negeri 7 Kota Lhokseumawe. Tengkuknya diduga ditendang dan dipukul oleh guru olahraganya, Nasri, Kamis (21/3) pagi. Efeknya, saraf Muslem terganggu. Hingga Minggu (24/3) kemarin, dia masih dirawat intensif di Rumah Sakit PT Arun Batuphat, Lhokseumawe. 

Keluarga korban yang tak bisa terima pemukulan ini, telah melaporkan oknum guru tersebut ke Polsek Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Orang tua Muslem, Hulaimi Ismail, menceritakan kepada Serambi, Minggu kemarin, sesuai cerita anaknya, bahwa pada Kamis pagi anaknya itu sedang mengikuti mata pelajaran olahraga. Saat gurunya meminta para siswa berbaris, Muslem mengaku kurang mendengar, lalu dia pertanyakan kembali apa sebetulnya instruksi sang guru. 

“Tapi ternyata bapak tersebut langsung menendang dada anak saya hingga ia jatuh. Lalu dibangunkan anak saya dan dia pukul tengkuknya. Setelah itu Muslem pun digiring ke ruang guru,” ujar Hulaimi.

Kejadian itu, menurut Hulaimi, baru dia ketahui pukul 14.30 WIB saat anaknya pulang sekolah sambil menangis. Sorenya Hulaimi membawa anaknya ke Rumah Sakit PT Arun untuk divisum. “Pagi Jumatnya kasus pemukulan ini saya laporkan ke polisi,” tukasnya. 

Pengakuan Hulaimi, perkembangan kesehatan Muslem makin hari semakin parah. Muslem merasa tengkuknya kian sakit. Badannya pun terus lemas, sehingga ia mulai susah mengangkat tangan. “Makanya pada hari Sabtu pagi Muslem saya bawa ke Rumah Sakit Kesrem untuk dirontgen. Hasil rontgen, ternyata saraf anak saya terganggu. Selanjutnya saya bawa ke tukang kusuk khusus saraf dan saya dapatkan penjelasan yang sama. Makanya langsung saya bawa untuk diopname ke Rumah Sakit Arun. Alhamdulilah, setelah diinfus dan diberikan obat, kini (Minggu sore -red), tangan dan kakinya sudah mulai bisa digerakkan perlahan, walaupun lehernya masih kaku,” urainya.

Menurut Hulaimi, dia laporkan kasus itu ke polisi, karena tidak bisa menerima perlakukan premanisme sang guru olahraga terhadap anaknya. “Kami minta polisi agar mengusut perkara ini secara tuntas,” pungkasnya.

Kepala SMAN 7 Lhokseumawe, Saifuddin mengakui adanya kejadian tersebut. Bahkan pascakejadian, menurutnya, Nasri langsung dia skors dan tak bisa mengajar lagi di sekolah yang dipimpinnya.  Berdasarkan hasil koordinasi dengan Disdikpora, kata Saifuddin, Nasri akan dipindahkan. “Saya juga telah pertanyakan ke Nasri dan dia mengaku menyesal dan meminta maaf pada pihak keluarga korban,” jelasnya.

Begitupun, kasus ini sedang dia upayakan bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Untuk saat ini, semua biaya perawatan Muslem ditanggung penuh oleh pihak sekolah. 

Kapolres Lhokseumawe, AKBP Kukuh Santoso, melalui Kapolsek Muara Satu Iptu Ichsan membenarkan adanya kejadian itu. “Sudah kita minta keterangan dari pelapor. Kita juga akan mintai keterangan lanjutan dari pihak keluarga dan pihak sekolah,” ujarnya.

Namun begitu, pihaknya kini masih membuka ruang agar perkara ini diselesaikan saja secara kekeluargaan di internal sekolah tersebut dengan pihak keluarga korban. Namun, apabila tidak selesai juga dan pihak keluarga masih tetap menuntut, maka proses hukumnya bakal berlanjut. (bah)


sumber
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


New Creation Live Radio
by. Infokom PPG SM-3T UNP



Radio Streaming PPG SM-3T UNP




 
Redaksi : Tentang Kami | Iklan | Ketentuan | Address: Kampus II UNP, Lubuk Buaya, Padang | 25173 | Sumatera Barat | Phone: 085263220740 | Email: mail@sm3t-unp.org