Anggaran Terus Berubah, Perencanaan Kemendikbud Lemah - PPG SM-3T UNP
News Update:
Home » » Anggaran Terus Berubah, Perencanaan Kemendikbud Lemah

Anggaran Terus Berubah, Perencanaan Kemendikbud Lemah

Written By Irfan Dani on Friday, March 8, 2013 | 1:54 PM

Foto : Rifa Nadia Nurfuadah/okezone
Foto : Rifa Nadia Nurfuadah/okezone

JAKARTA - Penahanan anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebesar Rp62,1 triliun oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tentu mengagetkan banyak pihak. Bahkan tidak sedikit pihak yang mencurigai adanya indikasi penyelewengan dana dalam setiap program kerja Kemendikbud tersebut.

Namun, Anggota Komisi X DPR Raihan Iskandar membantah anggapan tersebut. Dia menilai, besaran dana yang terus berubah untuk sebuah program kerja Kemendikbud diakibatkan lemahnya perencanaan yang dilakukan oleh pihak Kemendikbud.

"Saya masih melihat tidak ada indikasi ke sana (penyelewengan dana). Ini karena perencanaan yang lemah, kaitannya dengan kurikulum. Kurikulum merupakan rencana besar tapi tidak dengan antisipasi/perencanaan yang matang," tutur Raihan kepada Okezone,  Jakarta, Kamis (7/3/2013).

Raihan menambahkan, dalam beberapa kali rapat kerja (raker), Kemendikbud memang kerap mengganti besaran anggaran yang dialokasikan untuk program kurikulum. "Catatan terakhir, kami masih membahas kurikulum karena anggarannya terus berubah. Pertama Rp611 miliar, namun setelah selesai penandatanganan pada Januari lalu jadi Rp1,4 triliun. Tapi di Februari berubah lagi jadi Rp2,4 triliun," paparnya.

Untuk itu, lanjutnya, tidak heran banyak pihak yang meragukan keberhasilan kurikulum baru tersebut. Menurut Raihan, penerapan kurikulum pada tahun ajaran mendatang dinilai sebagai kebijakan yang terburu-buru.

"Melihat sisitem perencanaan sih belum siap. Padahal ini bicara sesuatu hal yang rutin mereka kerjakan, dari segi perencanaan bukan material. Jika yang rutin dikerjakan saja dengan rencana yang mentah, apalagi kontennya. Cari orang ini, orang itu. Beda kalau sudah matang. Ini jadi terkesan tergesa-gesa," ungkap Raihan.

Pada dasarnya, kata Raihan, secara keseluruhan Komisi X tidak masalah dengan adanya perbahan. Namun, untuk sebuah perubahan yang besar, tambahnya, perlu ada rencana yang matang. Sehingga perubahan tersebut tidak menjadi sia-sia.

"Kurikulum itu program besar, jadi jangan dilaksanakan terburu-buru, sebaiknya ditahan dulu. Apa salahnya 2014? Karena jika dipaksakan diterapkan tahun ini waktu persiapannya sempit dan tidak matang. Kurikulum itu transfer ilmu ke peserta didik berikut isinya dan pendidiknya tapi barang yang disiapkan terburu-buru. Walaupun sudah ada masih harus dievaluasi. Uji publik yang telah dilakukan pun hanya terkesan sebagai sosialisasi," imbuh Politisi asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.(mrg)

sumber
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


New Creation Live Radio
by. Infokom PPG SM-3T UNP



Radio Streaming PPG SM-3T UNP




 
Redaksi : Tentang Kami | Iklan | Ketentuan | Address: Kampus II UNP, Lubuk Buaya, Padang | 25173 | Sumatera Barat | Phone: 085263220740 | Email: mail@sm3t-unp.org