Permintaan Empat Siswa-Siswi Ternate - PPG SM-3T UNP
News Update:
Home » » Permintaan Empat Siswa-Siswi Ternate

Permintaan Empat Siswa-Siswi Ternate

Written By Irfan Dani on Friday, December 21, 2012 | 4:24 PM


Silaturahmi Wakil Presiden Boediono dan Ibu Herawati Boediono dengan siswa Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan dan Madrasah Ibtidaiyah Se-Kota Ternate

Foto
Wapres Boediono di laboratorium multimedia di SMAN 4 Ternate (foto: Jerry).
Ternate. Empat siswa dan siswi Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan dan Madrasah Ibtidaiyah Se-Kota Ternate memaparkan permintaannya di hadapan Wakil Presiden Boediono dalam sebuah silaturahmi usai perayaan Hari Kesetiakawanan Sosial di Kota Ternate, 20 Desember 2012. Keempatnya memohon tambahan fasilitas pengembangan diri ekstrakurikuler, buku pegangan sekolah menengah kejuruan terkini, gedung serbaguna untuk kesenian dan budaya serta jaringan internet.

Turut mendampingi Ibu Herawati Boediono, Wakil Menteri Pendidikan Musliar Kasim, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Azwar Abubakar, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi dan Menteri Sosial Salim Segaf Al-Djufri dan sejumlah pimpinan daerah Provinsi Maluku Utara. "Saya berbincang dengan Pak Wapres, melihat pemaparan tadi kami optimis bahwa siswa-siswi Ternate akan menjadi generasi muda yang cemerlang," kata Wakil Menteri Pendidikan.

Wapres menyambut gembira permintaan siswa-siswi akan penambahan fasilitas pengembangan diri non-akademis, "Tapi jangan sampai setiap sekolah minta satu. Kalau bisa bersama-sama sangat baik. Yang penting bukan gedungnya, yang penting pembinaannya, yang penting adalah kegiatannya. Kegiatan seperti seni, olahraga dan Pramuka sangat penting untuk membentuk karakter. Tanpa seni, kalau kita cuma tahu mesin, kita jadi manusia yang kurang beradab. Olahraga juga penting karena mengajarkan nilai-nilai kebersamaan dan taat aturan yang disepakati bersama," kata Wapres.

Menurut laporan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara, Imran Jacub, Maluku utara sebagai provinsi kepulauan terdiri dari 805 pulau besar dan kecil yang sebagian besar dapat dikategorikan terpencil dan terluar. Jumlah anak usia sekolah di provinsi ini adalah sekitar 500 ribu anak usia sekolah dengan angka partisipasi sekolah 79%. Pasca kerusakan yang diakibatkan gempa pada 2003 dan sejumlah perbaikan dan rehabilitasi yang dilakukan setelahnya masih menyisakan bangunan rusak sebanyak 45 persen.

Demi peningkatan mutu pendidikan di provinsi Maluku Utara, Kepala Dinas meminta agar beberapa program pemerintah seperti Bantuan Operasional Sekolah dan Bantuan Operasional Mutu agar dipertahankan. Mengingat sejumlah kecamatan di provinsi Maluku Utara masih kekurangan SMA dan SMK, maka ia meminta agar pemerintah mendirikan SMK Perikanan dan sekolah-sekolah setingkat SMA di sana. Juga, tenaga pengajar untuk Sekolah Luar Biasa dan pendirian Autism Center. Selain itu, Kepala Dinas juga meminta agar sebanyak 18 ribu guru dari 19 ribu yang ada juga disertakan dalam proses sertifikasi.

Wapres Boediono mengatakan, kreativitas, inovasi dan kemampuan untuk menemukan sesuatu yang baru adalah kunci kemajuan. Karena itu, pendidikan mutlak harus ditangani sebaik-baiknya. Setelah menyimak pemaparan Kepala Dinas Provinsi Pendidikan, Wapres mengatakan bahwa pemerintah punya niat untuk bisa memenuhi semua permintaan. Namun dengan keterbatasan dana, maka secara bertahap fasilitas pendidikan akan dipenuhi standarnya agar bisa maksimal dalam menyiapkan generasi muda menjadi pemimpin negeri. Adalah tugas semua orang untuk mempersiapkan mereka untuk meraih masa depannya. Hal ini adalah tugas sejarah bagi generasi yang ada saat ini.

Wapres juga meminta generasi muda, para siswa-siswi Kota Ternate yang berada di ruangan itu untuk membuka hati demi menyiapkan diri menerima tugas besar memimpin negeri ini. Berbagai pendidikan yang masih harus ditempuh termasuk juga pendidikan nilai yang lebih dari sekedar pengetahuan dan keterampilan. Untuk pendidikan nilai, satu yang merupakan petuah abadi adalah menjadi tauladan atau role model yang baik. "Mereka yang sukses sampai ke atas, punya karakter yang handal. Mengajarkan anak-anak didik akan pendidikan teknis dan keterampilan mudah. Yang tidak mudah adalah mengajarkan nilai karena tidak ada metodanya," kata Wapres.

Wapres juga menyinggung tentang Kurikulum 2013 yang baru, yang menurutnya tak perlu membuat kalangan pendidikan khawatir. "Kurikulum ini sedang digodok, sedang dipersiapkan secara sistematik. Tim yang mempersiapkannya terdiri dari banyak pakar, banyak yang ikut merembukkan, tapi ujung tombaknya tetap para guru karena guru-guru adalah yang berhubungan langsung dengan anak didik. Tapi jangan khawatir karena semuanya disiapkan, termasuk pelatihan guru," katanya.
Dalam silaturahmi itu, Kepala Sekolah SMAN dan SMKN meminta perhatian pemerintah atas tunjangan guru terpencil bagi wilayah-wilayah yang terpencil selain juga peningkatan sarana dan prasarana praktikum untuk siswa kejuruan.
Menjawab hal tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Musliar Kasim mengakui angka partisipasi SMA di Maluku Utara masih dibawah rata-rata nasional selain juga mutu guru Provinsi Maluku Utara yang menempati urutan terendah dari 33 provinsi berdasarkan Uji Kompetensi Guru. Untuk meningkatkan angka partisipasi, pemerintah sudah merencanakan untuk membangun unit-unit sekolah baru dan menambah ruang kelas baru untuk SMK dan SD-SMP satu atap. Untuk meningkatkan mutu guru, pemerintah akan melakukan pelatihan terutama menjelang perubahan Kurikulum 2013. Untuk sarana dan prasarana praktikum seperti yang diminta, Wakil Menteri Pendidikan meminta agar perincian itu diajukan dan setelah dipenuhi maka ia berharap fasilitas bisa digunakan bersama-sama.
Wapres meminta agar Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mengajak dunia usaha bekerjasama dalam meningkatkan mutu pendidikan, terutama para investor yang datang ke Maluku Utara.

Dalam kesempatan itu Wapres Boediono menyaksikan penyerahan bantuan pendidikan oleh Wakil Menteri Pendidikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara dengan total Rp 125 Miliar, dengan perincian:
1. Bantuan untuk Sekolah Dasar, yaitu rehabilitas dan pembangunan ruang kelas baru, perpustakaan, perlengkapan komputer serta bantuan untuk siswa miskin dan bantuan operasional paket A sebesar Rp 6,6 Milyar;
2. Bantuan untuk SMP, yaitu pembangunan SD-SMP Satu Atap, rehabilitasi dan pembangunan ruang kelas, perpustakaan, laboratorium IPA serta bantuan siswa miskin, bantuan operasional SMP dan bantuan operasional Paket B senilai Rp 10.4 Milyar;
3. Bantuan untuk SMA, yaitu pembangunan ruang kelas baru serta bantuan siswa miskin dan bantuan operasional SMA sebesar Rp. 27.1 Milyar;
4. Bantuan untuk Sekolah Menengah Kejuruan, yaitu pembangunan sekolah, pembangunan ruang kelas baru, dan ruang praktek siswa serta bantuan siswa miskin dan bantuan operasional SMK sebesar Rp. 16.3 Milyar.
5. Bantuan untuk Tunjangan Guru senilai Rp 64.5 Milyar.


****

Sumber:


Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


New Creation Live Radio
by. Infokom PPG SM-3T UNP



Radio Streaming PPG SM-3T UNP




 
Redaksi : Tentang Kami | Iklan | Ketentuan | Address: Kampus II UNP, Lubuk Buaya, Padang | 25173 | Sumatera Barat | Phone: 085263220740 | Email: mail@sm3t-unp.org