Sungai Tempat Guru Sarjana Mendidik Tenggelam Berhulu ke Gayo Lues - PPG SM-3T UNP
News Update:
Home » » Sungai Tempat Guru Sarjana Mendidik Tenggelam Berhulu ke Gayo Lues

Sungai Tempat Guru Sarjana Mendidik Tenggelam Berhulu ke Gayo Lues

Written By Irfan Dani on Thursday, November 29, 2012 | 10:31 AM

Desa Melidi yang berada di Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, berada agak jauh dari ibu kota kecamatan di Simpang Jernih. Untuk sampai ke desa tersebut satu-satunya jalur yang bisa ditempuh adalah melewati sungai dengan sarana transportasi boat dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam dari Simpang Jernih.
Jarak tempuh tersebut juga dipengaruhi oleh debit air sungai, jika arusnya deras waktu tempuhnya bisa lebih lama. Tapi jika kondisinya normal, bisa dicapai dalam waktu sekitar satu jam. Boat yang digunakan warga sebagai alat transportasi hanya boat sederhana. Boat tersebut bukan khusus untuk mengangkut penumpang saja, tetapi juga digunakan untuk mengangkut kayu.
Meski berada di Kabupaten Aceh Timur, satu-satunya akses untuk sampai ke Simpang Jernih adalah melalui Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Jika melewati jalan darat waktu tempuhnya bisa sekitar dua jam lebih. Kondisi jalan menuju ke sana juga tidak bagus. Sementara jika menempuh jalur sungai dibutuhkan waktu sekitar enam jam untuk sampai ke Simpang Jernih.
“Umumnya masyarakat memang naik boat, karena jalan darat juga tidak bagus, baru akhir-akhir ini saja jalannya lumayan,” kata Zulfikar Fauzi, guru SMPN1 Simpang Jernih kepada ATJEHPOSTcom melalui telepon selular siang tadi, Rabu, 28 November 2012.
Sungai Tamiang kata Fikar, terpecah menjadi dua yaitu Simpang Kanan dan Simpang Kiri. Rute yang dilalui menuju Simpang Jernih melewati jalur Simpang Kanan yang berhulu ke Pinding di Kabupaten Gayo Lues. Sedangkan hilirnya bermuara ke Kecamatan Seruway di Kabupaten Aceh Tamiang.
Pada Senin petang, 26 November 2012 kemarin sebuah boat tenggelam di kawasan Batu Katak. Boat tersebut membawa empat guru Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (SM3T), seorang warga dan seorang juru kemudi boat. Mereka baru saja kembali dari Aceh Tamiang karena ada pertemuan yang harus diikuti dua hari sebelumnya.
"Dua dari guru tersebut selamat karena sempat berpegangan pada jerigen, kemudian ada boat lain yang melintas di sana dan menolong mereka," katanya.
Pada hari naas itu, kata Fikar, kondisi arus sungai memang sedang deras. Meskipun hari itu tidak hujan namun beberapa hari sebelumnya kawasan itu terjadi hujan. Di hulu sungai itu juga, tepatnya di sungai Celike, yang membelah Pinding-Lokop antara Kabupaten Gayo Lues-Aceh Timur, mobil yang ditumpangi kepala BPBA hanyut diterjang arus. Baca: Mobil yang Ditumpangi Kepala BPBA Hanyut Diterjang Arus Deras Sungai Celike
Sedangkan lokasi kejadian di kawasan Batu Katak tersebut memang dikenal sebagai daerah yang rawan. Karena lokasi sungai diapit oleh gunung batu yang terjal, dan membentuk seperti terowongan. "Di kawasan itu juga agak gelap, biasanya masyarakat selalu mengusahakan untuk tidak melakukan perjalanan di malam hari," kata Fikar.[] (ihn)

Sumber:

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


New Creation Live Radio
by. Infokom PPG SM-3T UNP



Radio Streaming PPG SM-3T UNP




 
Redaksi : Tentang Kami | Iklan | Ketentuan | Address: Kampus II UNP, Lubuk Buaya, Padang | 25173 | Sumatera Barat | Phone: 085263220740 | Email: mail@sm3t-unp.org