Kemendikbud resmikan dua SMP Terbuka di Filipina - PPG SM-3T UNP
News Update:
Home » » Kemendikbud resmikan dua SMP Terbuka di Filipina

Kemendikbud resmikan dua SMP Terbuka di Filipina

Written By Irfan Dani on Monday, November 26, 2012 | 10:14 AM

 http://koran-jakarta.com/images/app/logo_top.png

GENERAL SANTOS - Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), membuka dua sekolah menengah pertama terbuka (SMP terbuka) di Tupi dan Laen Sasi, Filipina. Kedua daerah tersebut merupakan kantong terbesar yang dihuni WNI yang tinggal di wilayah selatan Filipina.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, mengatakan pembukaan SMP terbuka merupakan bagian dari program education for all yang tengah gencar dilaksanakan pemerintah. “Sebagai bagian dari program education for all, maka Pemerintah Indonesia memiliki kewajiban menjangkau pendidikan di mana pun warga kita berada,” kata Nuh seusai menandatangani prasasti peresmian dibukanya SMP terbuka di Kecamatan Tupi, Kabupaten General Santos, Provinsi Mindanao, Filipina, Minggu (25/11).

Nuh menegaskan mendapatkan akses dan layanan pendidikan merupakan hak bagi setiap warga negara. Tidak hanya di dalam negeri, hal ini berlaku juga bagi WNI yang berada di luar negeri. “Meskipun kita berada jauh di negeri orang, tidak boleh kita sampai tidak bisa menikmati pendidikan. Dalam keadaan apa pun, kita harus bersekolah,” seru mantan Menkominfo itu.

Terlebih dalam kondisi keterbatasan, baik ekonomi maupun geografis, pendidikan menjadi salah satu jalan utama untuk memotong rantai kemiskinan. "Kita tidak ingin kehidupan kita bertambah berat. Kita harus sekolah agar kesejahteraan kita bertambah baik," terang Nuh.
Mantan Rektor ITS Surabaya itu berpesan kepada siswa agar dapat memanfaatkan semaksimal mungkin keberadaan SMP terbuka. Tidak hanya untuk dirinya, namun juga untuk saudara-saudara dan teman-teman sebangsa yang mengalami kesulitan dalam mengakses pendidikan. "Ajak kawan-kawan dan saudara-saudara kita untuk bisa sekolah di learning center ini," tegas Nuh.

Proyek Percontohan

Sekolah Menengah Pertama Terbuka Tupi dan Laen Sasi merupakan dua SMP terbuka pertama yang dibuka di Filipina. Kedua sekolah itu memiliki total siswa 148 orang, 83 di Tupi dan 65 orang di Laen Sasi. SMP terbuka di Tupi maupun Laen Sasi akan dijadikan proyek perintis bagi pembangunan SMP terbuka lainnya di Filipina.

"Akan kita sesuaikan dengan kebutuhannya. Jika di satu lokasi ada cukup banyak anak Indonesia yang membutuhkan SMP terbuka, bukan tidak mungkin akan kita buka lagi agar semakin mendekatkan anak dengan layanan pendidikan," terang dia.
Untuk memenuhi kebutuhan guru-guru di SMP terbuka, selain pamong-pamong yang telah

ditunjuk, akan dikerahkan guru-guru dari program Sarjana Mengajar di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) untuk mengajar.
"Jika selama ini guru-guru SM-3T hanya mengajar di dalam negeri, nanti akan kita coba tempatkan sebanyak-banyaknya di luar negeri di mana banyak kantong WNI yang membutuhkan guru," ungkap Nuh.

Sementara itu, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Manila, Paristianti Nurwardani, mengatakan SMP terbuka ini diresmikan masih dalam keadaan darurat, dengan fasilitas seadanya dan terus dalam pengembangan secara bertahap. Tidak hanya fasilitas infrastruktur dan sarana-prasarana sekolah, namun juga ketersediaan tenaga pendidik.

Saat ini, menurut Paristianti, jumlah guru yang telah memenuhi syarat, yakni pendidikan S-1, hanya satu orang. Sisanya masih berpendidikan SMA. Untuk itu, Kemdikbud akan mengirim pamong-pamong belajar tersebut untuk melanjutkan kuliah dengan beasiswa. "Agar nanti guru-guru yang ada memenuhi syarat. Kita memang kekurangan guru," ujar Paristianti.

Paristianti menyampaikan dalam laporannya bahwa pembukaan SMP terbuka ini telah melalui tiga tahap penting, yakni silaturahim, pengumpulan data, dan komunikasi. "Pengumpulan data dilakukan selama enam bulan," terang Paristianti.

Dari hasil pendataan tersebut, didapat data jumlah WNI di Mindanao sebanyak 43.000 jiwa, 625 jiwa di antaranya merupakan usia sekolah.
"Sebanyak 540 anak di sekolah Filipina, 122 anak di Sekolah Indonesia Davao (SID), seluruhnya tersebar di 12 lokasi di Mindanao, di antaranya Tupi dan Laen Sasi ini," terang dia.

Mengingat lokasi WNI yang tersebar tersebut, SMP terbuka menggunakan sistem belajar mandiri dengan menggunakan modul belajar. "Jadi, pertemuan hanya diadakan setiap Sabtu, seperti universitas terbuka saja," terang Paristianti.

Untuk melengkapi media belajar tersebut, Kemdikbud telah mengirimkan 5.000 kilogram modul yang siap untuk dibagikan ke warga belajar di SMP terbuka. cit/P-3.
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


New Creation Live Radio
by. Infokom PPG SM-3T UNP



Radio Streaming PPG SM-3T UNP




 
Redaksi : Tentang Kami | Iklan | Ketentuan | Address: Kampus II UNP, Lubuk Buaya, Padang | 25173 | Sumatera Barat | Phone: 085263220740 | Email: mail@sm3t-unp.org