250 Sarjana UNP Mengabdi ke Daerah Terpencil - PPG SM-3T UNP
News Update:
Home » » 250 Sarjana UNP Mengabdi ke Daerah Terpencil

250 Sarjana UNP Mengabdi ke Daerah Terpencil

Written By Irfan Dani on Wednesday, March 14, 2012 | 8:45 AM

PADANG - Sebanyak 250 sarjana dari berbagai jurusan dan perguruan tinggi yang mengikuti program Sarjana Mendidik di daerah tertinggal, terluar dan terdepan (SM3T) Universitas Negeri Padang (UNP) diberangkatkan ke lokasi sasaran. Mereka diberangkatkan sejak Sabtu (10/12) ke Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Singkil, Nanggroe Aceh Darussalam.

Sementara 31 sarjana lainnya ditempatkan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, diberangkatkan Senin (12/12). “Selama satu tahun, mereka akan mengabdi di daerah tersebut, didanai oleh pemerintah,” kata Kabag Humas UNP, Amril Amir kepada Padang Ekspres (JPNN Grup).

Menurutnya, program tersebut adalah strategi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk memeratakan pendidikan di daerah tertinggal. Kemudian kembali ke kampus untuk mengikuti program profesi guru (PPG) sebelum diajukan menjadi CPNS.

“Semuanya dibiayai Dirjen Dikti Kemdikbud, universitas hanya sebagai pelaksana,” katanya. Dia menyebut antusiasme sarjana muda mengikuti program tersebut tergolong tinggi. Untuk program SM3T di UNP, peserta yang mendaftar lebih 500 orang, sementara kouta yang disediakan hanya 250 orang. “Ini menunjukkan minat sarjana untuk mengabdi sebagai guru sangat tinggi,” katanya.

Salah seorang peserta, Santi Syafiana yang mengikuti program  SM3T untuk Kabupaten Aceh Selatan mengaku termotivasi menjadi guru di daerah terpencil. “Saya cita-citanya memang mau jadi guru. Saya pikir ini kesempatan saya untuk mengabdi,” kata alumni Pendidikan Kimia UNP itu. Dia menyebut menjadi PNS memang salah satu impiannya, tetapi pengalaman mengajar anak-anak di daerah terpencil adalah prioritas utama.

“Siapa yang tidak mau jadi PNS. Tapi itu sambil jalan saja, saya masih muda, saya ingin cari pengalaman dulu,” katanya.

Selama mengajar di daerah terpencil tersebut, masing-masing peserta mendapatkan insentif sebesar Rp2 juta perbulan. Setelah menyelesaikan program tersebut mereka diberi beasiswa untuk mengikuti program PPG sebelum kemudian diajukan menjadi PNS.

“Ke depan PNS untuk guru diutamakan yang PPG. Kami tidak jamin peserta yang ikut, jadi PNS semua. Ttapi yang jelas, peluang mereka tentu lebih besar,” kata Amril.

Dia mengatakan karena moratorium PNS masih diberlakukan, program tersebut hendaknya tidak sekali saja. Sebab, masih banyak daerah yang membutuhkan guru, sehingga pemerataan pendidikan bisa tercapai.

Untuk program SM3T di UNP, peserta yang dikirim ke Aceh Selatan sebanyak 209 orang, Ende 31 orang, dan Aceh Singkil 10 orang. Sarjana yang diterjunkan dari jurusan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, Penjas, PGSD, kesenian, dan sarjana pendidikan lainnya. Mereka diproyeksikan untuk menutupi kekurangan guru tingkat SD, SMP, dan SMA di daerah tersebut.

PADANG - Sebanyak 250 sarjana dari berbagai jurusan dan perguruan tinggi yang mengikuti program Sarjana Mendidik di daerah tertinggal, terluar dan terdepan (SM3T) Universitas Negeri Padang (UNP) diberangkatkan ke lokasi sasaran. Mereka diberangkatkan sejak Sabtu (10/12) ke Kabupaten Aceh Selatan dan Aceh Singkil, Nanggroe Aceh Darussalam.

Sementara 31 sarjana lainnya ditempatkan di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, diberangkatkan Senin (12/12). “Selama satu tahun, mereka akan mengabdi di daerah tersebut, didanai oleh pemerintah,” kata Kabag Humas UNP, Amril Amir kepada Padang Ekspres (JPNN Grup).

Menurutnya, program tersebut adalah strategi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) untuk memeratakan pendidikan di daerah tertinggal. Kemudian kembali ke kampus untuk mengikuti program profesi guru (PPG) sebelum diajukan menjadi CPNS.

“Semuanya dibiayai Dirjen Dikti Kemdikbud, universitas hanya sebagai pelaksana,” katanya. Dia menyebut antusiasme sarjana muda mengikuti program tersebut tergolong tinggi. Untuk program SM3T di UNP, peserta yang mendaftar lebih 500 orang, sementara kouta yang disediakan hanya 250 orang. “Ini menunjukkan minat sarjana untuk mengabdi sebagai guru sangat tinggi,” katanya.

Salah seorang peserta, Santi Syafiana yang mengikuti program SM3T untuk Kabupaten Aceh Selatan mengaku termotivasi menjadi guru di daerah terpencil. “Saya cita-citanya memang mau jadi guru. Saya pikir ini kesempatan saya untuk mengabdi,” kata alumni Pendidikan Kimia UNP itu. Dia menyebut menjadi PNS memang salah satu impiannya, tetapi pengalaman mengajar anak-anak di daerah terpencil adalah prioritas utama.

“Siapa yang tidak mau jadi PNS. Tapi itu sambil jalan saja, saya masih muda, saya ingin cari pengalaman dulu,” katanya.

Selama mengajar di daerah terpencil tersebut, masing-masing peserta mendapatkan insentif sebesar Rp2 juta perbulan. Setelah menyelesaikan program tersebut mereka diberi beasiswa untuk mengikuti program PPG sebelum kemudian diajukan menjadi PNS.

“Ke depan PNS untuk guru diutamakan yang PPG. Kami tidak jamin peserta yang ikut, jadi PNS semua. Ttapi yang jelas, peluang mereka tentu lebih besar,” kata Amril.

Dia mengatakan karena moratorium PNS masih diberlakukan, program tersebut hendaknya tidak sekali saja. Sebab, masih banyak daerah yang membutuhkan guru, sehingga pemerataan pendidikan bisa tercapai.

Untuk program SM3T di UNP, peserta yang dikirim ke Aceh Selatan sebanyak 209 orang, Ende 31 orang, dan Aceh Singkil 10 orang. Sarjana yang diterjunkan dari jurusan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, Penjas, PGSD, kesenian, dan sarjana pendidikan lainnya. Mereka diproyeksikan untuk menutupi kekurangan guru tingkat SD, SMP, dan SMA di daerah tersebut.

Sumber: jpnn.com
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


New Creation Live Radio
by. Infokom PPG SM-3T UNP



Radio Streaming PPG SM-3T UNP




 
Redaksi : Tentang Kami | Iklan | Ketentuan | Address: Kampus II UNP, Lubuk Buaya, Padang | 25173 | Sumatera Barat | Phone: 085263220740 | Email: mail@sm3t-unp.org