UNP akan Bangun Delapan Gedung Tahan Gempa - PPG SM-3T UNP
News Update:
Home » , » UNP akan Bangun Delapan Gedung Tahan Gempa

UNP akan Bangun Delapan Gedung Tahan Gempa

Written By Irfan Dani on Saturday, October 12, 2013 | 3:28 PM

PADANG – Pada 2014 Universitas Negeri Padang (UNP) akan membangun delapan gedung baru. Semuanya bangunan yang tahan gempa hingga 9 SR. Gedung itu juga akan berfungsi sebagai shelter jika terjadi tsunami.
BAHAS KEMAJUAN UNP
Rektor UNP, Yanuar Kiram mengatakan delapan gedung baru itu di antaranya gedung rektorat, ruang kelas, student business centre, dan ruang auditorium. Khusus untuk auditorium akan menjadi auditorium terbesar dan termewah di Sumbar. Bisa menampung sampai 5.000 orang. Seluruh gedung itu akan selesai dibangun pada 2016.

“Pembangunan itu bisa kita laksanakan karena ada bantuan dari IDB (Islamic Development Bank-Red). Mereka bantu dana Rp246 miliar. Jika tidak mana bisa bangun gedung baru, anti gempa pula,” ujar Yanuar Kiram, Jumat (11/10). Saat itu ia menerima kunjungan Wakil Ketua DPRD Sumbar, Leonardy Harmainy di ruangannya di UNP.

Pada Leonardy, Yanuar mengatakan, UNP memang butuh bangunan-bangunan baru. Ada beberapa bangunan yang masih rusak karena gempa 2009, salah satunya gedung rektorat. Untuk membangun gedung pun harus yang benar-benar berkualitas anti gempa dan tsunami mengingat UNP berada di Padang yang rawan bencana itu. Belum lagi jumlah mahasiswa UNP sekarang amat banyak.

“Di Sumatera, kecuali USU (Universitas Sumatera Utara-red) kita universitas dengan mahasiswa terbanyak,” ujarnya. Saat ini total mahasiswa UNP 32 ribu orang. Jika ditambah dengan mahasiswa S2 dan S3 ada sekitar 40 ribu orang. Untuk itulah, kata dia, UNP terus berusaha memaksimalkan fasilitas. Sementara dana universitas sendiri terbatas, apalagi mulai tahun 2013 ini semua universitas negeri tak lagi diperbolehkan memungut uang pembangunan. Ingin berharap bantuan dana dari APBD pun susah. APBD Sumbar tak lah seberapa.

Leonardy Harmainy membenarkan hal itu. Menurut Leonardy APBD Sumbar memang amat terbatas. Apalagi untuk membantu pembangunan universitas. Untuk pembangunan fasilitas umum untuk masyarakat saja masih butuh banyak limpahan dana dari pusat.

Padahal, kata dia, di lain sisi peran universitas amat penting. Terutama untuk mewujudkan visi misi Sumbar yang bertekad menghasilkan SDM berkualitas dan agamais. Jika SDM berkualitas, tingkat ekonomi akan ikut meningkat.
“Mau bagaimanapun kita perlu bantuan dari luar. Baik dari pemerintah dan juga lembaga lain,” ujar Leonardy.

Namun, kata Leonardy, meminta bantuan dana ke pemerintah pusat pun tak mudah. Diperlukan lobi, desakan dan link. Jika tak berpandai-pandai, Sumbar bisa tak kebagian jatah bantuan. Berbagai provinsi di Indonesia pun juga banyak meminta bantuan dana ke pemerintah pusat.

Yanuar Kiram sadar akan hal itu. Untuk masalah mendesak bantuan dana bagi pembangunan UNP ini, kata Yanuar, ia sering meminta bantuan pemerintah dan politisi asal Sumbar.

“Ke DPRD Sumbar pun kami sering minta tolong sejak bertahun-tahun lalu,” ujarnya.
Salah satu yang bisa jebol, kata Yanuar adalah bantuan pembangunan Masjid Raya Al-Azhar UNP. Leonardy, kata Yanuar, ketika itu menjabat sebagai Ketua DPRD Sumbar yang membantu memperjuangkan dana ke Bappenas.

“Tugas politisi memang itu. Melobi, mendesak dan menekan pemerintah pusat untuk mengucurkan dana demi pem bangunan di Sumbar,” ujar Leonardy menimpali.

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


New Creation Live Radio
by. Infokom PPG SM-3T UNP



Radio Streaming PPG SM-3T UNP




 
Redaksi : Tentang Kami | Iklan | Ketentuan | Address: Kampus II UNP, Lubuk Buaya, Padang | 25173 | Sumatera Barat | Phone: 085263220740 | Email: mail@sm3t-unp.org