Tak Terima Tunjangan Guru SD Mengadu ke Dewan - PPG SM-3T UNP
News Update:
Home » » Tak Terima Tunjangan Guru SD Mengadu ke Dewan

Tak Terima Tunjangan Guru SD Mengadu ke Dewan

Written By Irfan Dani on Wednesday, July 11, 2012 | 3:29 PM

 Tribunnews.com
TRIBUNNEWS.COM, KUPANG - Guru sekolah dasar (SD) dari Kabupaten Belu mendatangi DPRD Propinsi NTT, Selasa (10/7/2012) sekitar pukul 10.00 Wita.
Mereka datang untuk mengadukan nasib mereka sebagai guru di daerah perbatasan dan terpencil yang tidak pernah mendapatkan tunjangan khusus yang merupakan hak mereka. Enam guru SD ini diterima tiga anggota Komisi D DPRD NTT, yakni, Tony Bengu, Merci Piwung dan Charles Lalung.
Paulus Seran sebagai juru bicara enam guru ini menuturkan, mereka telah mendapatkan perlakuan diskriminatif terkait penetapan guru penerima tunjangan khusus. Perlakuan diskriminarif itu terlihat dari data penerima tunjangan.
Ada guru yang telah meninggal dunia tapi namanya terdapat dalam daftar penerima tunjangan khusus. Ada juga guru yang telah pensiun dan tidak lagi bertugas, namun namanya masih terdaftar sebagai penerima tunjangan itu.
"Makanya kami sebagai guru di daerah terpencil ini, datang kepada wakil kami di DPRD untuk membantu kami. Mudah-mudahan DPRD bisa menolong kami," kata Paulus Seran mewakili teman-temannya.
Dipandu Tony Bengu, para guru itu juga mengungkapkan fakta bahwa bukan saja enam orang guru yang mendapat perlakuan seperti itu, tetapi masih banyak guru yang bernasib sama. Hanya saja guru-guru lain takut mengeluhkan hal tersebut.
Saat itu, ketiga anggota Komisi D DPRD NTT itu juga menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PPO) Provinsi NTT untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Saat itu, Dewan juga sempat menanyakan sejauh mana para guru mengkomunikasikan masalah yang dihadapi dengan DPRD Kabupaten Belu dan Dinas PPO Kabupaten Belu.
"Kami hanya berhubungan dengan kepala bagian yang tangani ini namun sudah tiga tahap nama kami tetap tidak masuk. Kepala bagian itu bilang data lama tapi mengapa ada guru yang pernah dapat tunjangan khusus tahun 2010, tapi di tahun 2011 dan 2012 tidak dapat lagi? Ini yang kami pertanyakan," kata Paulus Seran.
Komisi D lantas menghadirkan Sekretaris Dinas PPO NTT, Yohanes Mau, S.Sos, M.M untuk mendapatkan penjelasan dimaksud. Di hadapan para guru, Yohanes Mau berjanji kalau enam guru itu akan diprioritaskan. Namanya masuk sebagai penerima tunsus di tahun 2013.
"Kalau untuk tahun 2012 sudah tidak bisa lagi. Mereka akan diprioritaskan di tahun 2013," katanya kepada Pos Kupang usai pertemuan dengan para guru dan Komisi D DPRD NTT.

Sumber:
http://www.tribunnews.com
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


New Creation Live Radio
by. Infokom PPG SM-3T UNP



Radio Streaming PPG SM-3T UNP




 
Redaksi : Tentang Kami | Iklan | Ketentuan | Address: Kampus II UNP, Lubuk Buaya, Padang | 25173 | Sumatera Barat | Phone: 085263220740 | Email: mail@sm3t-unp.org