SM-3T “Wahana Pemersatu Bangsa” - PPG SM-3T UNP
News Update:
Home » » SM-3T “Wahana Pemersatu Bangsa”

SM-3T “Wahana Pemersatu Bangsa”

Written By Irfan Dani on Saturday, June 23, 2012 | 11:18 AM

SM-3T adalah salah satu program dari program maju bersama mencerdaskan Indonesia yang diadakan oleh pemerintah. Program ini merupakan kebijakan dari KEMENDIKBUD yang bertujuan meningkatkan mutu pendidikan di wilayah Indonesia yaitu di daerah 3T (terpencil, tertinggal, dan terdepan).
Program SM-3T dapat diikuti oleh para calon guru yang memenuhi kriteria dalam mengikuti program ini, salah satunya adalah latar belakang pendidikan yang memadai, karena hal ini sangat penting dalam pencapaian tujuan dari program SM-3T. Program SM-3T memerlukan dana yang sangat besar oleh karena itu proses penyeleksiannya juga dilakukan secara ketat. Jadi peserta yang terpilih adalah peserta yang benar-benar berkualitas dan mampu menjalankan program ini. Bila dilihat dari tujuan program ini, maka program ini mempunyai dampak positif seperti:
Peningkatan mutu pendidikan di daerah 3T (terpencil, tertinggal, dan terdepan).. Daerah yang menjadi sasaran dari program ini adalah Aceh, NTT, Sulawesi Utara, Papua, dan Papua Barat. Program ini merupakan program yang banyak melibatkan berbagai komponen pendidikan sehingga hasil dari program ini tidak dapat diperoleh secara seketika. Program ini membutuhkan waktu, serta tahap demi tahap. Apalagi program ini baru berjalan selama 2 tahun, sehingga belum menunjukkan hasil yang signifikan. Namun, secara tidak langsung program SM-3T mulai menunjukkan hasil terhadap tingkat kelulusan siswa dalam UN. Sebagai contoh, tingkat kelulusan siswa di NTT pada tahun 2012 meningkat nol koma tujuh persen dibandingkan tahun 2011 seperti yang dikatakan oleh pengamat pendidikan prof Simon Sabon Ola dalam Victory news.
Banyak pihak yang menerima program ini dengan lapang dada. Misalnya di Aceh, program ini mendapat sambutan hangat baik dari pemerintah daerah maupun masyarkat, karena program ini sangat membantu dalam mengatasi kekurangan guru di daerah tersebut. Mereka juga berharap program ini akan terus berlanjut. Contoh lainnya adalah Sumba timur, program ini mendapat respon positif dari masyarakat Sumba dimana di daerah ini masih kekurangan banyak guru. Seperti diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga, Obed Hilungara, bila ditinjau dari segi mata pelajaran, Sumba kekurangan sekitar 1030 guru.
Manfaat lainnya adalah meningkatkan profesionalisme guru. Seperti yang telah kita ketahui bahwa program SM-3T adalah program pengabdian para sarjana atau calon guru guna menciptakan sikap profesionalisme sebagai calon guru. Program ini merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah terhadap mutu pendidikan warganegaranya dan merupakan bentuk pengamalan pancasila yaitu sila ke 5 “keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, terkhusus dalam bidang pendidikan.
Bila dipandang dari sisi lain, menurut saya program SM-3T selain sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah Terpencil, Tertinggal, dan Terluar di wilayah Indonesia dan sebagai peningkatan profesionalisme calon guru, program ini juga mempunyai dampak positif yang lain yaitu sebagai wahana pemersatu bangsa. Seperti yang disebutkan dari salah satu tujuan dari program ini adalahMemberikan pengalaman pengabdian kepada sarjana pendidikan sehingga terbentuk sikap profesional, cintah tana air, bela negara, peduli, empati, terampil memecahkan masalah pendidikan, dan bentanggung jawab terhadap kemajuan bangsa, serta memiliki jiwa ketahanmalangan mengembangkan pendidikan pada daerah-daerah tergolong 3T”(www.dikti.go.id). Dari pernyataan tersebut, kita dapat merumuskan bahwa program ini merupakan wahana pemersatu bangsa.
Disaat rasa persatuan dan kesatuan mulai memudar, maka program ini sangat bermanfaat untuk menanamkan rasa persatuan dan kesatuan itu tumbuh kembali bagi seluruh warga Negara Indonesia, terutama para generasi muda. Sehingga rasa nasionalisme itu mengakar kuat dalam diri setiap warganegara, guna mempertahankan ketahanan dan keamanan NKRI.
Para peserta yang berasal dari wilayah yang berbeda tradisi, bahasa serta budaya dengan masyarakat setempat berusaha untuk bisa menyesuaikan diri dengan warga setempat. Dengan merasakan sendiri pengalaman mengajar dan berinteraksi dengan budaya setempat, akan menimbulkan rasa kebangsaan dalam diri para peserta. Program SM-3T dapat dijadikan sebagai wahana pemersatu bangsa. Hal ini ditinjau dari empat sisi seperti budaya, bahasa, agama, dan suku.
Dari segi budaya misalnya, para peserta program SM-3T berasal dari berbagai wilayah yang mempunyai budaya yang berbeda dengan masyarakat setempat. Sehingga melalui program ini para peserta dapat mempelajari kebudayaan masyarakat lokal dan sekaligus memperkenalkan budaya mereka. Dengan adanya interaksi antar budaya, secara tidak langsung akan menimbulkan rasa saling menghargai kebudayaan daerah masing-masing, yang akan memperkaya budaya nasional.
Dari segi bahasa, para peserta memiliki bahasa daerah yang berbeda dengan bahasa daerah setempat. Sehingga dalam berinteraksi dengan masyarakat setempat maupun dengan siswa, para peserta harus menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa komunikasi. Seperti yang kita ketahui bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa Nasional yang berfungsi sebagai bahasa pemersatu bangsa.
Selain itu bila ditinjau dari segi agama, para peserta memiliki latar belakang keyakinan yang berbeda. Dengan saling berinteraksi akan menimbulkan rasa saling menghargai dan menghormati antar para peserta dengan masyarakat setempat yang berbeda agama dan keyakinannya. Dengan adanya rasa saling menghormati antar pemeluk agama yang berbeda, maka akan meningkatkan rasa toleransi antar sesama umat beragama.
Wilayah Indonesia dihuni oleh berbagai suku bangsa yang mempunyai karakter yang berbeda antar satu dengan yang lain. Perbedaan ini bisa menjadi pemicu perpecahan antar suku akibat fanatisme kesukuan yang berlebihan. Dengan program ini diharapkan bisa menjembatani perbedaan tersebut menjadi satu kekuatan untuk menciptakan rasa persatuan dan kesatuan serta menghilangkan primordialisme.
Semoga dengan adanya program SM-3T ini dapat menjadi wahana pemersatu bangsa dan motivasi guna meningkatkan kualitas diri, sehingga kita mampu bersaing dengan daerah-daerah lain di Indonesia. Kita sebagai mahasiswa seharusnya selalu berfikir etis dan rasionalis dalam menghadapi persolalan di negara kita ini.

Sumber:

Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !


New Creation Live Radio
by. Infokom PPG SM-3T UNP



Radio Streaming PPG SM-3T UNP




 
Redaksi : Tentang Kami | Iklan | Ketentuan | Address: Kampus II UNP, Lubuk Buaya, Padang | 25173 | Sumatera Barat | Phone: 085263220740 | Email: mail@sm3t-unp.org